Alasan Kita Memerlukan Visi dari TUHAN
“Where there is no vision, the people perish: but he that keepeth the law, happy is he” (Proverbs 29:18). - “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat: Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum” (Amsal 29:18).
Pengertian Visi
Visi Rohani adalah Visi Pribadi dan Visi Bersama
Tidak ada kehidupan yang dapat dijalani dengan penuh arti bagi Tuhan dan tidak ada pekerjaan penuh arti yang dapat dilakukan bagi Tuhan jika tidak dilandasi kuat oleh sebuah visi rohani (spritual vision). Baik Abraham maupun Musa, mendapat visi dari Tuhan yang berakar kuat dalam diri mereka. Jadi, visi dari Tuhanlah yang mengangkat seseorang dari taraf yang biasa-biasa saja dan memungkinkan dia mencapai hal-hal besar bagi kemuliaan Tuhan.
Ada banyak alasan mengapa kita membutuhkan visi bagi hidup kita, antara lain: - Membuat kita memiliki prioritas dan lebih fokus; - Meningkatkan efisiensi dan mendorong efektifitas; - Membantu dalam menyusun rencana dan strategi yang tepat; - Memberikan motivasi dan semangat; - Menghindari frustasi; - Menarik orang untuk bersatu dan berpartisipasi; - Menjadi alat untuk menilai dan mengevaluasi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa visi dari Tuhan akan “menentukan arah kehidupan seseorang”.
Untuk menemukan dan mengenalinya dengan memperhatikan kriteria-kriteria ini. Bahwa visi dari Tuhan adalah:
Tuhan Pencipta Visi
Visi artinya Tuhan membawa setiap orang dari satu tempat ke tempat lain demi maksud-maksud-Nya bukan demi maksud-maksud kita sendiri. Di sini visi menjelaskan bahwa Tuhanlah yang membawa kita kepada suatu tujuan yang dikehendaki-Nya. Di sisi lain, visi bukanlah tentang manusia saja. Visi adalah tentang Tuhan. Tuhan itulah pencipta visi. Visi adalah menurut jadwal Tuhan, bukan jadwal kita atau jadwal pemimpin.
Di dalam Alkitab, istilah visi bersifat nabiah karena dulu Tuhan sering kali menyatakan kehendak-Nya baik kepada individu maupun kelompok, kepada bangsa Israel khususnya, melalui perantaraan para nabi. Tuhan adalah sumber visi bagi setiap individu maupun kelompok manusia. Kepelbagaian cara Tuhan menyatakan visi ini diringkas oleh penulis Kitab Ibrani (Ibrani 1:1-2). Visi sangat penting dalam kehidupan umat Tuhan. Adanya visi yang diberikan bagi manusia menyatakan bahwa Tuhan tidak berdiam diri. Ia adalah “Maha Pribadi” yang berkomunikasi, menyatakan kehendak-Nya.
Tuhan berulang kali memberikan visi kepada para individu sebagai pemimpin atau pekerja khusus bagi-Nya. Ia berbicara demi kepentingan yang bersangkutan atau bagi keperluan umat (pihak lain). Menurut Alkitab, Ia telah berbicara kepada Abraham (Kejadian 15:1), Musa (Keluaran 3:1-12), Yakub (Kejadian 28:2), Yusuf (Keluaran 41:25), Yehezkiel (Yehezkiel 1:1-3:15), Daniel (Daniel 10:7), murid-murid Yesus di atas gunung (Matius 17:19), Paulus (Kisah Para Rasul 16:9-10; 18:9; 26:19), Ananias (Kisah Para Rasul 9:10-12) dan Rasul Yohanes, bagi keperluan gereja mula-mula. (Wahyu 4:1-22:6) Pada dasarnya, Alkitab mengajarkan bahwa orang-orang yang menerima visi dari Tuhan adalah orang-orang yang aktif (men of action). Bukan orang-orang yang bermalas-malasan.
Visi diberikan hanya kepada orang-orang yang didedikasikan untuk pekerjaan Tuhan.
Kita harus mengupayakan program konkret guna mengembangkan pemahaman kita akan visi dan panggilan Tuhan. Oleh sebab itu, program pembinaan senantiasa diperlukan. Arahnya harus ditelusuri demi relevansi. Semua kegiatan ini tentu membutuhkan tenaga, daya, dan dana yang tidak sedikit jumlahnya, (1 Korintus 15:58).
Untuk maksud kejelasan visi dan panggilan itu, kita masing-masing perlu tetap melibatkan diri dalam pekerjaan Tuhan. Tidak ada pekerjaan yang dapat dikatakan "kecil atau hina" dalam pekerjaan Tuhan. Jika orang ingin menjadi "besar dan terkemuka" dalam pekerjaan Tuhan, ada harga dan jalan yang harus ia tempuh. Jalan itu adalah kehendak Yesus Kristus, dan merupakan gaya hidup Sang Mesias. Jalan itu adalah "melayani dan menjadi hamba". (Matius 20:27-28)
Kita perlu membangun diri sehingga kita hidup berkenan kepada Tuhan. Jangan lupa bahwa Tuhan memakai orang sebagai berita dan media. Tuhan hidup dan senantiasa ingin menyatakan kehendak-Nya kepada setiap orang. Tuhan tidak berhenti memanggil orang-orang untuk masuk ke dalam kerajaan-Nya. Ia tidak berhenti memanggil setiap individu dan kelompok (gereja) untuk bekerja bagi Dia, lewat profesi dan panggilan secara khusus dalam pelayanan. Semua orang percaya punya "jalan masuk" untuk pelayanan karena kedudukannya sebagai "imam-imam Sang Raja". (1 Petrus 2:9,10)
Pemahaman ini memberi dasar akan pentingnya visi dari Tuhan bagi gereja di zaman ini. Tuhan itu hidup, Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir, yang menyatakan: “Aku adalah Aku” (Keluaran 22:32).
Sedikitnya, ada “tiga fungsi visi dari Tuhan” bagi manusia.
Roma 14:7-9, yang seharusnya menjadi pedoman hidup bagi setiap orang Kristen untuk hidup benar di tengah-tengah dunia berdosa. Status orang Kristen sejati adalah orang yang berada di bawah otoritas dan Ketuhanan Kristus
Pada dasarnya, semua manusia di bawah kolong langit ini berada di bawah kendali dan otoritas Tuhan; Tuhan berkuasa mengarahkan seluruh perjalanan sejarah dunia ini sesuai dengan kehendak-Nya. Bahkan segala makhluk ciptaan-Nya yang ada di dunia inipun menyatakan kebesaran-Nya dan kemuliaan-Nya. Tak terkecuali orang jahat pun diciptakan untuk menyatakan kemuliaan-Nya dan menggenapkan rencana-Nya.
Orang Kristen sejati hendaklah hidupnya senantiasa dibentuk oleh Tuhan dalam beberapa hal, yaitu : - Hidup selalu berpusat pada Kristus Tuhan, theosentris. - Bertumbuh dalam iman yang sesuai dengan karakter Kristen. Dengan demikian, orang Kristen tidak hanya sekedar memahami kebenaran doktrin dan theologi saja tetapi ia menjadi garam dan terang Kristus bagi dunia berdosa ini. - Panggilan mandat budaya yang harus dikerjakan oleh setiap anak Tuhan sejati. Tidak ada kebahagiaan lain yang akan kita dapatkan selain daripada perkenanan hati Tuhan atas apa yang kita lakukan di dunia ini
Kedaulatan dan kasih pengorbanan Kristus itulah yang menjadi motivasi kita hidup di dunia. Dengan merujuk pada kematian dan kebangkitan Kristus, Rasul Paulus menegaskan Ketuhanan Kristus’ Bekasi, medio Februari 2016. Agus Hardjanta.
Pengertian Visi
- “Suatu keadaan masa depan yang ideal atau unik yang terkristal menjadi suatu gambaran atau pernyataan singkat” (Wofford, J.C.)
- “Suatu gagasan yang begitu menguatkan sehingga menjadi lompatan awal menuju ke masa depan dengan cara menggalang bersama keterailan, talenta dan sumberdaya untuk mewujudkannya” (Burt Nanus)
- “Sesuatu yang penting untuk keberlangsungan hidup. Visi lahir dari adanya iman, ditopang oleh pengharapan, dipercerah oleh imajinasi dan diperkuat oleh semangat. Visi lebih besar daripada penglihatan mata jasmani, lebih dalam daripada impian, lebih besar daripada sebuah gagasan. Visi mencakup pemandangan luas yang berada di luar batas-batas perkiraan, kepastian dan sangkaan, Tanpa visi, tidak mengherankan bila tamatlah riwayat kita” (Charles Swindoll)
- Visi itu ada dan dapat dimiliki oleh setiap orang. – Kehendak suci yang ditulis Tuhan Allah dalam hati setiap orang secara merata, khususnya dalam jiwa anak-anak-Nya. – Harus digali, ditemukan dan dipastikan oleh setiap orang dalam kehidupannya sejak dini. Yang jadi berbeda jika setiap orang menemukan tulisan Tuhan dalam hidupnya.
- Visi memberikan tujuan hidup sebagai dasar tindakan nyata. – Membuat orang menemukan fokus terbesar dalam kehidupannya untuk diperjuangkan; yang menemukan visi memiliki dan memahami tujuan hidup yang pasti untuk digumuli. – Menuntun langkah nyata untuk mencapai masa depan yang pasti; memberikan kepastian tentang hal yang dapat dikerjakan untuk hasrat hidup.
Visi Rohani adalah Visi Pribadi dan Visi Bersama
- “Visi pribadi” adalah visi rohani yang Tuhan berikan secara pribadi kepada seseorang. Visi pribadi merupakan pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan seseorang yang dialaminya pada saat perjumpaan dengan Tuhan, misalnya pada saat pertobatan atau saat dipanggil dalam suatu pelayanan khusus. Sebagai contoh Rasul Paulus mendapatkan visi pribadi pada peristiwa perjumpaannya dengan Tuhan (Kisah Para Rasul 9:3-30; 26:1-24).
- “Visi bersama” adalah visi rohani yang diberikan kepada satu orang tetapi berpengaruh pada orang-orang lainnya, tidak hanya pada satu orang itu saja. Biasanya, untuk sebuah visi bersama Tuhan Allah akan mengirim orang-orang untuk menjadi sebuah tim dalam proses pelaksanaan visi tersebut. Sebagai contoh Musa mendapat visi dari Tuhan untuk membebaskan orang Israel dari perbudakan di Mesir, serta menuntun bangsa itu keluar dari sana menuju Tanah Perjanjian. Visi ini melibatkan orang banyak, baik para pemimpin yang diangkat oleh Musa sebagai tim maupun umat Israel secara keseluruhan (Keluaran 3:1-12; 18:13-26).
Tidak ada kehidupan yang dapat dijalani dengan penuh arti bagi Tuhan dan tidak ada pekerjaan penuh arti yang dapat dilakukan bagi Tuhan jika tidak dilandasi kuat oleh sebuah visi rohani (spritual vision). Baik Abraham maupun Musa, mendapat visi dari Tuhan yang berakar kuat dalam diri mereka. Jadi, visi dari Tuhanlah yang mengangkat seseorang dari taraf yang biasa-biasa saja dan memungkinkan dia mencapai hal-hal besar bagi kemuliaan Tuhan.
Ada banyak alasan mengapa kita membutuhkan visi bagi hidup kita, antara lain: - Membuat kita memiliki prioritas dan lebih fokus; - Meningkatkan efisiensi dan mendorong efektifitas; - Membantu dalam menyusun rencana dan strategi yang tepat; - Memberikan motivasi dan semangat; - Menghindari frustasi; - Menarik orang untuk bersatu dan berpartisipasi; - Menjadi alat untuk menilai dan mengevaluasi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa visi dari Tuhan akan “menentukan arah kehidupan seseorang”.
Untuk menemukan dan mengenalinya dengan memperhatikan kriteria-kriteria ini. Bahwa visi dari Tuhan adalah:
- Hasil dari perjumpaan seseorang dengan Tuhan, dan Tuhanlah yang menciptakan dan menanamkan visi itu.
- Diperoleh dari suatu pengenalan akan Tuhan dan kehendakNya (Keluaran 33:13). Dengan kata lain Musa mendapat visi dari Tuhan karena ia mengenal (jalan-jalan) Tuhan (Mazmur 103:7).
- Dapat timbul karena adanya suatu dorongan yang kuat, yaitu hati yang terbeban untuk suatu hal yang khusus (Matius 9:35-38: Nehemia 1:1-11).
- Dapat dilihat, didengar, dialami, dapat bersifat pribadi, dan dapat juga bersifat nubuat dari orang lain yang diutus oleh Tuhan (Kisah Para Rasul 9:1-19a).
- Memberi dampak yang menghidupkan dan mengubahkan, memberi dorongan kuat untuk melangkah maju menuju sasaran dan melakukan hal-hal yang sejalan dengan visi itu, serta bersifat menguduskan, yaitu menguduskan mereka yang mendapatkan visi itu dan orang-orang di sekitarnya (Kejadian 17:1).
- Kesesuaiannya dengan Alkitab, yaitu kesesuaiannya dengan norma, nilai-nilai moral dan kebenaran yang terkandung di dalam Alkitab (1 Tesalonika 5:21). Walaupun disebut paling akhir, tetapi sebagai ujian pertama yang menentukan benar atau tidaknya suatu visi dari Tuhan
Tuhan Pencipta Visi
Visi artinya Tuhan membawa setiap orang dari satu tempat ke tempat lain demi maksud-maksud-Nya bukan demi maksud-maksud kita sendiri. Di sini visi menjelaskan bahwa Tuhanlah yang membawa kita kepada suatu tujuan yang dikehendaki-Nya. Di sisi lain, visi bukanlah tentang manusia saja. Visi adalah tentang Tuhan. Tuhan itulah pencipta visi. Visi adalah menurut jadwal Tuhan, bukan jadwal kita atau jadwal pemimpin.
Di dalam Alkitab, istilah visi bersifat nabiah karena dulu Tuhan sering kali menyatakan kehendak-Nya baik kepada individu maupun kelompok, kepada bangsa Israel khususnya, melalui perantaraan para nabi. Tuhan adalah sumber visi bagi setiap individu maupun kelompok manusia. Kepelbagaian cara Tuhan menyatakan visi ini diringkas oleh penulis Kitab Ibrani (Ibrani 1:1-2). Visi sangat penting dalam kehidupan umat Tuhan. Adanya visi yang diberikan bagi manusia menyatakan bahwa Tuhan tidak berdiam diri. Ia adalah “Maha Pribadi” yang berkomunikasi, menyatakan kehendak-Nya.
Tuhan berulang kali memberikan visi kepada para individu sebagai pemimpin atau pekerja khusus bagi-Nya. Ia berbicara demi kepentingan yang bersangkutan atau bagi keperluan umat (pihak lain). Menurut Alkitab, Ia telah berbicara kepada Abraham (Kejadian 15:1), Musa (Keluaran 3:1-12), Yakub (Kejadian 28:2), Yusuf (Keluaran 41:25), Yehezkiel (Yehezkiel 1:1-3:15), Daniel (Daniel 10:7), murid-murid Yesus di atas gunung (Matius 17:19), Paulus (Kisah Para Rasul 16:9-10; 18:9; 26:19), Ananias (Kisah Para Rasul 9:10-12) dan Rasul Yohanes, bagi keperluan gereja mula-mula. (Wahyu 4:1-22:6) Pada dasarnya, Alkitab mengajarkan bahwa orang-orang yang menerima visi dari Tuhan adalah orang-orang yang aktif (men of action). Bukan orang-orang yang bermalas-malasan.
Visi diberikan hanya kepada orang-orang yang didedikasikan untuk pekerjaan Tuhan.
Kita harus mengupayakan program konkret guna mengembangkan pemahaman kita akan visi dan panggilan Tuhan. Oleh sebab itu, program pembinaan senantiasa diperlukan. Arahnya harus ditelusuri demi relevansi. Semua kegiatan ini tentu membutuhkan tenaga, daya, dan dana yang tidak sedikit jumlahnya, (1 Korintus 15:58).
Untuk maksud kejelasan visi dan panggilan itu, kita masing-masing perlu tetap melibatkan diri dalam pekerjaan Tuhan. Tidak ada pekerjaan yang dapat dikatakan "kecil atau hina" dalam pekerjaan Tuhan. Jika orang ingin menjadi "besar dan terkemuka" dalam pekerjaan Tuhan, ada harga dan jalan yang harus ia tempuh. Jalan itu adalah kehendak Yesus Kristus, dan merupakan gaya hidup Sang Mesias. Jalan itu adalah "melayani dan menjadi hamba". (Matius 20:27-28)
Kita perlu membangun diri sehingga kita hidup berkenan kepada Tuhan. Jangan lupa bahwa Tuhan memakai orang sebagai berita dan media. Tuhan hidup dan senantiasa ingin menyatakan kehendak-Nya kepada setiap orang. Tuhan tidak berhenti memanggil orang-orang untuk masuk ke dalam kerajaan-Nya. Ia tidak berhenti memanggil setiap individu dan kelompok (gereja) untuk bekerja bagi Dia, lewat profesi dan panggilan secara khusus dalam pelayanan. Semua orang percaya punya "jalan masuk" untuk pelayanan karena kedudukannya sebagai "imam-imam Sang Raja". (1 Petrus 2:9,10)
Pemahaman ini memberi dasar akan pentingnya visi dari Tuhan bagi gereja di zaman ini. Tuhan itu hidup, Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir, yang menyatakan: “Aku adalah Aku” (Keluaran 22:32).
Sedikitnya, ada “tiga fungsi visi dari Tuhan” bagi manusia.
- Untuk pengarahan (direction). Artinya, Tuhan memberikan visi yang dapat menuntun langkah dan memberi arah kegiatan kepada pekerjaan atau pelayanan yang menerimanya. Tuhan juga memberi pengertian tentang makna situasi dan peristiwa yang sedang terjadi.
- Untuk pengajaran (instruction). Dalam hal ini, Tuhan memberitahukan kehendak-Nya berkaitan dengan hal spiritual, moral, dan kehidupan sosial orang-orang yang dikasihi-Nya. Fungsi inilah yang sering kali membuat apa yang dilihat para perantara (nabi) dituliskan atau dicatat, dan menjadi kitab atau dokumen tertulis (Daniel 12:4, 9-13; Yeremia 36:4).
- Untuk prediksi masa depan (prediction). Nabi Samuel dan Raja Daud, misalnya, diberi tahu Tuhan tentang yang akan terjadi atas Kerajaan Israel di kemudian hari. Yesaya, Yeremia, dan Yehezkiel mendapat visi dari Tuhan mengenai masa depan Israel, bangsa-bangsa, dan dunia secara global. Kitab Wahyu melaporkan apa yang Tuhan tunjukkan kepada Rasul Yohanes mengenai masa depan kehidupan gereja dan umat manusia umumnya, di dunia dan di "seberang sana".
Roma 14:7-9, yang seharusnya menjadi pedoman hidup bagi setiap orang Kristen untuk hidup benar di tengah-tengah dunia berdosa. Status orang Kristen sejati adalah orang yang berada di bawah otoritas dan Ketuhanan Kristus
Pada dasarnya, semua manusia di bawah kolong langit ini berada di bawah kendali dan otoritas Tuhan; Tuhan berkuasa mengarahkan seluruh perjalanan sejarah dunia ini sesuai dengan kehendak-Nya. Bahkan segala makhluk ciptaan-Nya yang ada di dunia inipun menyatakan kebesaran-Nya dan kemuliaan-Nya. Tak terkecuali orang jahat pun diciptakan untuk menyatakan kemuliaan-Nya dan menggenapkan rencana-Nya.
Orang Kristen sejati hendaklah hidupnya senantiasa dibentuk oleh Tuhan dalam beberapa hal, yaitu : - Hidup selalu berpusat pada Kristus Tuhan, theosentris. - Bertumbuh dalam iman yang sesuai dengan karakter Kristen. Dengan demikian, orang Kristen tidak hanya sekedar memahami kebenaran doktrin dan theologi saja tetapi ia menjadi garam dan terang Kristus bagi dunia berdosa ini. - Panggilan mandat budaya yang harus dikerjakan oleh setiap anak Tuhan sejati. Tidak ada kebahagiaan lain yang akan kita dapatkan selain daripada perkenanan hati Tuhan atas apa yang kita lakukan di dunia ini
Kedaulatan dan kasih pengorbanan Kristus itulah yang menjadi motivasi kita hidup di dunia. Dengan merujuk pada kematian dan kebangkitan Kristus, Rasul Paulus menegaskan Ketuhanan Kristus’ Bekasi, medio Februari 2016. Agus Hardjanta.
Visi TUHAN bagi Gereja yang Bertumbuh dan Berkembang
Pendahuluan
Dalam Gembala edisi yang lalu telah dibahas secara panjang lebar tentang kiat-kiat melaksanakan resolusi, kesuksesan dan risiko kegagalannya. Gembala edisi kali ini akan membahas tentang visi gereja. Berbicara tentang visi tentu tidak terlepas dari misi, karena visi tanpa eksekusi merupakan sebuah lamunan atau halusinasi, sedangkan eksekusi tanpa misi sama dengan mimpi buruk.
Seringkali kita melihat di televisi atau membaca tabloid para selebritis,saat ditanya apa tujuan hidup sang artis, jawabannya kebanyakan “jalani saja kehidupan sebagaimana air mengalir”. Ini adalah contoh falsafah hidup tanpa visi. Syukur alhamdulillah bila air mengalir dan bermuara di taman firdaus yang indah. Bagaimana jadinya bila aliran air berujung di jurang yang dalam dan meremukkan tubuh berkeping-keping. Hidup terlalu berharga untuk dijalani dalam keadaan yang serba tidak menentu.
Sebagai gambaran sederhana tentang visi misi, misalnya kita baru pertama kali hendak mengendarai mobil dari Lebak Bulus menuju ke Tanjung Priok. Dengan berbekal sebuah peta kita tahu tujuan kita ada di utara, namun peta tersebut tidak memberitahukan jalan mana yang bebas dari kemacetan untuk menuju Tanjung Priok. GPS di mobil menunjukkan jalan mana yang harus dilewati agar bebas dari kemacetan, juga memberi peringatan bila ada perbaikan jalan dan hambatan-hambatan lainnya.Dalam hal ini misi ibarat GPS yang memandu kita ke tujuan, sedangkan tiba di Tanjung Priok adalah visinya.
Gereja adalah sebuah organisasi yang khas dan unik yang tentu saja tidak bisa disamakan dengan dengan organisasi biasa. Yang membedakan gereja dengan organisasi biasa adalah keberadaannya yang menjalankan visi Kristus didunia. Namun proses pertumbuhan gereja dalam membangun jemaat tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan memerlukan peran serta anggota gereja, struktur organisasi, pembagian kerja sebagaimana layaknya organisasi biasa. Dengan demikian sebagai organisasi yang menjalankan tugas dan panggilannya maka gereja juga memerlukan sebuah visi dan misi.
Visi Tuhan bagi gereja
Ada tiga bagian penting dari visi Tuhan bagi gereja. Bagian pertama adalah Tuhan menunjukkan kepada gereja “APA” yang akan Ia lakukan. Kesalahan yang sering kita lakukan adalah salah menerjemahkan maksud Tuhan dengan mengklaim bahwa apa yang kita kerjakan sudah sesuai dengan kehendak Tuhan, padahal belum. Lalu apakah gereja telah gagal membaca visi Tuhan? Tentu saja tidak karena kita masih harus masuk kebagian yang kedua yaitu “BAGAIMANA” Tuhan menjalankan visi-Nya. Kita baru sadar ternyata cara Tuhan melakukan visinya tidak selalu sama dengan apa yang selama ini kita pikirkan. Setelah apa dan bagaimana, ada bagian ketiga dari visi Tuhan yang ingin ditunjukkan kepada kita yaitu “KAPAN”. Semakin lama kita berjalan dijalan Tuhan, dan semakin lama kita beraktivitas di gereja, maka semakin kuat keyakinan kita bahwa Tuhan selalu memberikan waktu yang tepat. Ia tidak pernah semenit lebih cepat atau semenit lebih lambat, Tuhan selalu tepat waktu. Seperti foto Polaroid yang semakin lama dilihat akan semakin jelas gambar yang muncul, begitu pula dengan visi Tuhan bagi gereja. Semakin lama kita berjalan bersama Tuhan Yesus, maka semakin jelas Visi Tuhan bagi gereja kita. Kita akan melihat visi Tuhan dengan berucap: Apa yang Tuhan ingin gereja lakukan?; Bagaimana cara melakukannya?; Kapan harus dilakukan?. Kita harus berhenti berdoa seperti ini: “Tuhan berkatilah atas apa yang kami lakukan”, tetapi berdoalah demikian: “Tuhan, tolonglah kami-melakukan apa yang Kau inginkan agar mendapat berkat dari-Mu”
Mengembangkan visi gereja
Seiring dengan perkembangan zaman, maka timbul keinginan gereja untuk mengembangkan visi agar tidak ketinggalan jaman dan dapat mengikuti dinamika yang terjadi ditengah masyarakat. Visi gereja tidak bisa diperoleh dengan cara membeli, meminjam atau meng-copy paste dari gereja lain, karena visi adalah “melihat yang tidak terlihat dan membuatnya menjadi terlihat”. Visi gereja harus membawa perubahan. Oleh karenanya visi tidak mempertahankan status quo, dan visi dibutuhkan tidak saja pada saat gereja tengah mengalami pergumulan, melainkan juga dibutuhkan ketika gereja berada pada posisi yang sedang bagus-bagusnya untuk menciptakan situasi yang semakin baik dalam pelayanan.
Visi gereja harus berfokus pada masa depan dan tidak berkutat pada nostalgia masa lampau. Dalam pergumulan banyak pemimpin gereja yang masih terpaku pada romantika masa lalu dan mempengaruhi generasi muda penerus gereja dengan mengatakan “penak jamanku to”, Hal seperti ini tidak dapat ditolerir karena perkembangan gereja akan menjadi stagnan alias jalan ditempat, atau bahkan bisa-bisa mundur kebelakang.
Mengembangkan visi gereja adalah merefleksikan apa yang Tuhan inginkan agar tercapai melalui gereja untuk membangun kerajaan-Nya, sebagaimana visi Tuhan Yesus Kristusuntuk “menjadikan semua bangsa murid-Nya” (Matius 28:19).
Langkah strategis
Gereja yang visioner adalah gereja yang menjalankan visi dan sabda Allah sebagai dasar, dan dibuat oleh pemimpin gereja yang visioner untuk membentuk generasi mendatang yang visioner pula. Yang dimaksud visioner disini adalah semua aktor yang terlibat dalam pengelolaan organisasi gereja mempunyai visi yang sama dalam membangun gereja. Visi dimaksud diharapkan dapat dikomunikasikan dengan jemaat agar mereka dapat mengetahui sejarah pembangunan gereja dimasa lalu, dapat mengidentifikasikan persoalan-persoalan yang dihadapi sekarang, dan mempersiapkan apa yang akan dilakukan dalam waktu setahun, dua tahun, atau lima tahun kedepan.
Langkah-langkah strategis dalam membuat visi gereja:
Gereja yang sehat dan tidak sehat
Secara sepintas kita bisa melihat dan menarik kesimpulan bahwa sebuah gereja sehat atau tidak sehat. Gereja yang tidak sehat bisa terlihat dari gedungnya yang tidak terurus, warga jemaatnya yang tidak ramah, tidak ada perhatian untuk anggota jemaat baru, juga bila ada warga yang meninggal majelisnya tidak tahu. Petunjuk lain dari gereja yang tidak sehat seperti jarangnya orang masuk gereja, paduan suara yang membosankan, khotbah pendeta yang monoton dan lain-lain.
Sebaliknya apa tanda-tanda gereja yang sehat? Bila kita dapati dalam suatu gereja memiliki jemaat yang murah hati atau dermawan sekalipun tidak kaya secara materi, ini suatu tanda yang baik. Tak kalah penting ialah adanya kepemimpinan pastoral yang kuat, pemimpin yang tepat ditempat yang tepat dalam pelayanan (model kepemimpinan Epesus 4), dan dicintai jemaatnya. Semua tanda-tanda ini menunjukkan gereja yang sehat. Perlu ditambahkan pula peranan pendeta setempat dalam menyampaikan khotbahnya. Gereja yang sehat pasti terlihat dari jemaatnya setelah kebaktian merasa puas dan mendapat penyegaran setelah mendengarkan khotbah dari pendetanya. Tidak ada jemaat yang memilih-milih pendeta siapa yang khotbah hari Minggu besok, karena semua pendeta setempat khotbahnya sangat menyejukkan dan tidak membosankan. Gereja yang sehat juga piawai saat menangani konflik internal. Pada prinsipnya tidak ada kebijaksanaan yang bisa memuaskan semua orang, tetapi pemimpin yang bijaksana pasti merangkul semuanya dan tidak ada yang merasa ditinggalkan.
Gereja yang sehat dan visioner
Visi gereja sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sebuah gereja. Membuat gereja yang sehat dan visioner merupakan pekerjaan rumah bagi pemimpin gereja dan jemaatnya agar secara bersama-sama menjalankan visi Tuhan Yesus didalam gereja. Pemimpin gereja yang beraneka ragam profesi dan latar belakang akan mempermudah pelayanan, karena tidak ada seorang pemimpin yang mendominasi dapat melaksanakan semuanya. Hamba Tuhan bukan pendeta sendirian melainkan siapa saja yang ingin melayani, bukan karena keharusan atau keterpaksaan yang berbuah kemalasan. Hampir disemua gereja hanya 20 persen anggotanya yang aktif dalam kegiatan gereja, sementara yang 80 persen tidak melakukan apa-apa. Untuk lebih banyak melibatkan warga dalam kegiatan gereja perlu dibentuk kelompok-kelompok kecil yang aktif dan mau melayani satu dengan lainnya dibawah satu payung organisasi gereja.
Gereja yang sehat dan visioner adalah gereja yang para pemimpin dan warganya melayani dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah dan bukan karena mencari keuntungan tapi dengan pengabdian diri. Juga para pemimpinnya yang tidak asal mau memerintah melainkan menjadi teladan bagi jemaatnya. ( 1 Petrus 5:2-3). Alfred Bawole, Jeddah-Saudi Arabia.
Dalam Gembala edisi yang lalu telah dibahas secara panjang lebar tentang kiat-kiat melaksanakan resolusi, kesuksesan dan risiko kegagalannya. Gembala edisi kali ini akan membahas tentang visi gereja. Berbicara tentang visi tentu tidak terlepas dari misi, karena visi tanpa eksekusi merupakan sebuah lamunan atau halusinasi, sedangkan eksekusi tanpa misi sama dengan mimpi buruk.
Seringkali kita melihat di televisi atau membaca tabloid para selebritis,saat ditanya apa tujuan hidup sang artis, jawabannya kebanyakan “jalani saja kehidupan sebagaimana air mengalir”. Ini adalah contoh falsafah hidup tanpa visi. Syukur alhamdulillah bila air mengalir dan bermuara di taman firdaus yang indah. Bagaimana jadinya bila aliran air berujung di jurang yang dalam dan meremukkan tubuh berkeping-keping. Hidup terlalu berharga untuk dijalani dalam keadaan yang serba tidak menentu.
Sebagai gambaran sederhana tentang visi misi, misalnya kita baru pertama kali hendak mengendarai mobil dari Lebak Bulus menuju ke Tanjung Priok. Dengan berbekal sebuah peta kita tahu tujuan kita ada di utara, namun peta tersebut tidak memberitahukan jalan mana yang bebas dari kemacetan untuk menuju Tanjung Priok. GPS di mobil menunjukkan jalan mana yang harus dilewati agar bebas dari kemacetan, juga memberi peringatan bila ada perbaikan jalan dan hambatan-hambatan lainnya.Dalam hal ini misi ibarat GPS yang memandu kita ke tujuan, sedangkan tiba di Tanjung Priok adalah visinya.
Gereja adalah sebuah organisasi yang khas dan unik yang tentu saja tidak bisa disamakan dengan dengan organisasi biasa. Yang membedakan gereja dengan organisasi biasa adalah keberadaannya yang menjalankan visi Kristus didunia. Namun proses pertumbuhan gereja dalam membangun jemaat tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan memerlukan peran serta anggota gereja, struktur organisasi, pembagian kerja sebagaimana layaknya organisasi biasa. Dengan demikian sebagai organisasi yang menjalankan tugas dan panggilannya maka gereja juga memerlukan sebuah visi dan misi.
Visi Tuhan bagi gereja
Ada tiga bagian penting dari visi Tuhan bagi gereja. Bagian pertama adalah Tuhan menunjukkan kepada gereja “APA” yang akan Ia lakukan. Kesalahan yang sering kita lakukan adalah salah menerjemahkan maksud Tuhan dengan mengklaim bahwa apa yang kita kerjakan sudah sesuai dengan kehendak Tuhan, padahal belum. Lalu apakah gereja telah gagal membaca visi Tuhan? Tentu saja tidak karena kita masih harus masuk kebagian yang kedua yaitu “BAGAIMANA” Tuhan menjalankan visi-Nya. Kita baru sadar ternyata cara Tuhan melakukan visinya tidak selalu sama dengan apa yang selama ini kita pikirkan. Setelah apa dan bagaimana, ada bagian ketiga dari visi Tuhan yang ingin ditunjukkan kepada kita yaitu “KAPAN”. Semakin lama kita berjalan dijalan Tuhan, dan semakin lama kita beraktivitas di gereja, maka semakin kuat keyakinan kita bahwa Tuhan selalu memberikan waktu yang tepat. Ia tidak pernah semenit lebih cepat atau semenit lebih lambat, Tuhan selalu tepat waktu. Seperti foto Polaroid yang semakin lama dilihat akan semakin jelas gambar yang muncul, begitu pula dengan visi Tuhan bagi gereja. Semakin lama kita berjalan bersama Tuhan Yesus, maka semakin jelas Visi Tuhan bagi gereja kita. Kita akan melihat visi Tuhan dengan berucap: Apa yang Tuhan ingin gereja lakukan?; Bagaimana cara melakukannya?; Kapan harus dilakukan?. Kita harus berhenti berdoa seperti ini: “Tuhan berkatilah atas apa yang kami lakukan”, tetapi berdoalah demikian: “Tuhan, tolonglah kami-melakukan apa yang Kau inginkan agar mendapat berkat dari-Mu”
Mengembangkan visi gereja
Seiring dengan perkembangan zaman, maka timbul keinginan gereja untuk mengembangkan visi agar tidak ketinggalan jaman dan dapat mengikuti dinamika yang terjadi ditengah masyarakat. Visi gereja tidak bisa diperoleh dengan cara membeli, meminjam atau meng-copy paste dari gereja lain, karena visi adalah “melihat yang tidak terlihat dan membuatnya menjadi terlihat”. Visi gereja harus membawa perubahan. Oleh karenanya visi tidak mempertahankan status quo, dan visi dibutuhkan tidak saja pada saat gereja tengah mengalami pergumulan, melainkan juga dibutuhkan ketika gereja berada pada posisi yang sedang bagus-bagusnya untuk menciptakan situasi yang semakin baik dalam pelayanan.
Visi gereja harus berfokus pada masa depan dan tidak berkutat pada nostalgia masa lampau. Dalam pergumulan banyak pemimpin gereja yang masih terpaku pada romantika masa lalu dan mempengaruhi generasi muda penerus gereja dengan mengatakan “penak jamanku to”, Hal seperti ini tidak dapat ditolerir karena perkembangan gereja akan menjadi stagnan alias jalan ditempat, atau bahkan bisa-bisa mundur kebelakang.
Mengembangkan visi gereja adalah merefleksikan apa yang Tuhan inginkan agar tercapai melalui gereja untuk membangun kerajaan-Nya, sebagaimana visi Tuhan Yesus Kristusuntuk “menjadikan semua bangsa murid-Nya” (Matius 28:19).
Langkah strategis
Gereja yang visioner adalah gereja yang menjalankan visi dan sabda Allah sebagai dasar, dan dibuat oleh pemimpin gereja yang visioner untuk membentuk generasi mendatang yang visioner pula. Yang dimaksud visioner disini adalah semua aktor yang terlibat dalam pengelolaan organisasi gereja mempunyai visi yang sama dalam membangun gereja. Visi dimaksud diharapkan dapat dikomunikasikan dengan jemaat agar mereka dapat mengetahui sejarah pembangunan gereja dimasa lalu, dapat mengidentifikasikan persoalan-persoalan yang dihadapi sekarang, dan mempersiapkan apa yang akan dilakukan dalam waktu setahun, dua tahun, atau lima tahun kedepan.
Langkah-langkah strategis dalam membuat visi gereja:
- Visi dibuat sederhana, ringkas, tepat sasaran (to the point)dan mudah diingat.
- Visi gereja harus dapat menginspirasi dan memberdayakan jemaat
- Tradisi gereja atau program apa yang harus dipertahankan dalam visi gereja
- Mendengar dan membangun kepercayaan jemaat
- Tidak terburu-buru membuat perubahan
Gereja yang sehat dan tidak sehat
Secara sepintas kita bisa melihat dan menarik kesimpulan bahwa sebuah gereja sehat atau tidak sehat. Gereja yang tidak sehat bisa terlihat dari gedungnya yang tidak terurus, warga jemaatnya yang tidak ramah, tidak ada perhatian untuk anggota jemaat baru, juga bila ada warga yang meninggal majelisnya tidak tahu. Petunjuk lain dari gereja yang tidak sehat seperti jarangnya orang masuk gereja, paduan suara yang membosankan, khotbah pendeta yang monoton dan lain-lain.
Sebaliknya apa tanda-tanda gereja yang sehat? Bila kita dapati dalam suatu gereja memiliki jemaat yang murah hati atau dermawan sekalipun tidak kaya secara materi, ini suatu tanda yang baik. Tak kalah penting ialah adanya kepemimpinan pastoral yang kuat, pemimpin yang tepat ditempat yang tepat dalam pelayanan (model kepemimpinan Epesus 4), dan dicintai jemaatnya. Semua tanda-tanda ini menunjukkan gereja yang sehat. Perlu ditambahkan pula peranan pendeta setempat dalam menyampaikan khotbahnya. Gereja yang sehat pasti terlihat dari jemaatnya setelah kebaktian merasa puas dan mendapat penyegaran setelah mendengarkan khotbah dari pendetanya. Tidak ada jemaat yang memilih-milih pendeta siapa yang khotbah hari Minggu besok, karena semua pendeta setempat khotbahnya sangat menyejukkan dan tidak membosankan. Gereja yang sehat juga piawai saat menangani konflik internal. Pada prinsipnya tidak ada kebijaksanaan yang bisa memuaskan semua orang, tetapi pemimpin yang bijaksana pasti merangkul semuanya dan tidak ada yang merasa ditinggalkan.
Gereja yang sehat dan visioner
Visi gereja sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sebuah gereja. Membuat gereja yang sehat dan visioner merupakan pekerjaan rumah bagi pemimpin gereja dan jemaatnya agar secara bersama-sama menjalankan visi Tuhan Yesus didalam gereja. Pemimpin gereja yang beraneka ragam profesi dan latar belakang akan mempermudah pelayanan, karena tidak ada seorang pemimpin yang mendominasi dapat melaksanakan semuanya. Hamba Tuhan bukan pendeta sendirian melainkan siapa saja yang ingin melayani, bukan karena keharusan atau keterpaksaan yang berbuah kemalasan. Hampir disemua gereja hanya 20 persen anggotanya yang aktif dalam kegiatan gereja, sementara yang 80 persen tidak melakukan apa-apa. Untuk lebih banyak melibatkan warga dalam kegiatan gereja perlu dibentuk kelompok-kelompok kecil yang aktif dan mau melayani satu dengan lainnya dibawah satu payung organisasi gereja.
Gereja yang sehat dan visioner adalah gereja yang para pemimpin dan warganya melayani dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah dan bukan karena mencari keuntungan tapi dengan pengabdian diri. Juga para pemimpinnya yang tidak asal mau memerintah melainkan menjadi teladan bagi jemaatnya. ( 1 Petrus 5:2-3). Alfred Bawole, Jeddah-Saudi Arabia.
Visi Gereja
“Maka ALLah menciptakan manusia menurut gambarNya,” (Kej 1 : 27 a)
Banyak gereja yang secara jelas dan tegas memiliki visi dan misi, tetapi banyak pula gereja yang tidak memilikinya, tetapi hasil atau buah yang dipersembahkannya hampir sama saja. Itu bukan berarti bahwa visi dan misi gereja tidak diperlukan tetapi alangkah baiknya gereja memiliki visi dan misi yang merupakan pernyataan dan karakteristik yang ingin dicapai di masa yang akan datang. Banyak bahan pustaka, contoh-contoh, bahkan GKJ Nehemia pun telah memiliki visi dan misi tetapi masih terbatas hanya slogan dan kurang menjawab tantangan yang ada baik masa kini dan masa yang akan datang dalam bentuk antisipasi yang kreative dan innovative, Alkitab merupakan acuan utama dalam penyusunan dan pelaksanaan visi dan misi gereja karena Alkitab adalah sumber utama Firman Allah tertulis yang menyatakan kehendakNya, gereja wajib berpaut kepda kehendak Allah sebagai pemangku kepentingan pemilik gereja. Karena begitu pentingnya materi tersebut maka visi gereja dibahas dalam tulisan ini , dan diawali dengan pembahasan tentang apakah gereja itu pada hakekatnya?, satu gereja, gereja yang kudus, gereja yang am, organisasi gereja, tugas gereja, visi Allah dalam penciptaan manusia, penyelamatan Allah terhadap dosa manusia, visi jauh ke depan, misi gereja, misi pribadi kita dan visi gereja. Kritik dan saran yang membangun sangat dinantikan demi kelengkapan materi pembahasannya.
APAKAH GEREJA ITU PADA HAKEKATNYA ?
Hakekat gereja merupakan umat milik Tuhan yang baru, kuidus dan benar, yang telah dipanggil dari semua bangsa-bangsa dan merupakan persekutuan orang-orang percaya dari segala zaman dan segala tempat, suatu persekutuan orang-orang percaya yang telah didamaikan dan dipersekutukan kembali dengan Tuhan oleh karena Yesus Kristus, dan yang kini sebagai tubuh Kristus diberi tugas panggilan untuk bersaksi, melayani dan mengucap syukur segala kebaikan Tuhan kepada dunia ini, sehingga gereja sebagai tanda Kerajaan Allah yang telah datang. Matin Luther menyarankan untuk melihat gereja tidak ke Geneva tempat kediaman Calvin, dan tidak ke Vatikan tempat kediaman Sri Paus, akan tetapi carilah di bahu Gembala Yang Baik, Yesus Kristus, dimana orang berada dan didukung olehNya sebagai domba yang hilang, di situlah gereja berada. Orang yang ditemukan oleh Tuhan tidak diajadikan seorang pertapa rohani, akan tetapi dijadikan satu dengan dengan umat Allah, umat baru yang dipanggi oleh Tuhan dari antara segala bangsa, hubungan antara Allah Bapa dan gereja merupakan sebuah keluarga, bahkan kita adalah batu-batu dari pada Bait Allah yang sedang dibangunkan oleh Roh kudus.
SATU GEREJA
Banyak organisasi gereja tetapi semua itu milik Tuhan dalam persatuan rohani yang tidak dapat dirusakkan dan tidak bisa dibinasakan. Kesatuan itu bukanlah perbuatan manusia, terjelmanya bukan kerena kepandaian manusia berorganisasi dan bukan karena pemerintahan kegerejaan melainkan berdasarkan pekerjaan Tuhan di dalam gereja. Keluarga yang terdiri dari anak-anak Allah yang disebut gereja itu mempunyai satu Bapa. Tubuh Kristus yang terdiri anak-anak Allah mempunyai satu Kepala yakni Kristus. Rumah Roh Kudus itu dibangun oleh Roh Allah menjadi satu bengunan yang utuh. Hanya ada satu Injil. Hanya ada satu baptisan / pemandian, satu iman, satu pengharapan. Orang-orang beriman tiada sadar akan kesatuan gereja, dan sering diakui dengan kata-kata tetapi disangkal dalam perbuatan-perbuatan. Kesatuan gereja adalah kesatuan di dalam Kristus, hal itu dapat kita percaya tetapi tidak dapat kita lihat, dan kesatuan gereja di dalam Kristus adalah suatu anugerah, dan yang terpenting adalah kesatuan gereja harus dibangun di dalam ketaatan kepada Firman Tuhan.
GEREJA YANG KUDUS
Apabila kita meninjau kehidupan anggota-anggota gereja, akan kita ketahui betapa banyak kelemahan dan cela, dosa-dosa dan kesalahan-kesalahannya. Tidak hanya sekarang saja, tetapi juga pada waktu gereja-gereja zaman Perjanjian Baru mulai dibangunkan, kekudusan gereja tidak terletak pada kekudusan anggota-anggotanya, tetapi berdasarkan berdasarkan Tuhan Yesus dan Roh Kudus serta Bapa Yang Kudus. Allah mengkuduskan gereja dengan korban Tuhan Yesus yang dipersembahkanNya sekali untuk selama-lamanya dan dengan berlangsungnya pekerjaan Roh Kudus. Tuhan Yesus telah mati untuk dosa-dosa gereja. Gereja dikuduskan denga darahNya. Kekudusan gereja terlaksana dengan menempuh jalan darah ke salib, dengan pengampunan dosa-dosa kita. Roh Kudus bekerja terus dan mengajar orang-orang beriman berjuang melawan segala dosa, yang mengakibatkan Tuhan Yesus mati di kayu salaib, Roh kudus juga mengajar kepada kita untuk berjuang mentaati segala perintah Tuhan. Orang yang telah dikuduskan oleh darah Tuhan Yesus yang tiada ternilai harganya itu, niscaya akan penuh kerinduan supaya dibersihkan dari segala cela dan cacad oleh rahmatNya. Oleh karena itu kita mengakui bahwa gereja itu kudus.
GEREJA YANG AM
Gereja adalah persekutuan yang meliputi segala warna kulit, segala bangsa, segala jenis, segala lapisan dan segala zaman. Ketika gereja Perjanjian Baru mulai berdiri , maka orang-orang Yahudi, Yunani,orang kafir, budak, orang merdeka, laki-laki, perempuan, mengalami keheranan yang tiada terkatakan, perbedaan-perbedaan antara mereka tidak lagi menjadi dinding pemisah yang bersekat. Mereka duduk di dalam gereja dan merayakan Perjamuan Kudus. Itulah mujizat yang menjadi dasar kehidupan gereja sepanjang masa. Am berarti umum bahkan katolik. Tugas gereja ialah menyatakan gereja yang am kepada dunia. Itu tidak berarti salah bagi gereja yang berdiri sendiri-sendiri karena alasan-alasan praktis organisatoris, alasan bahasa, sejarah dan kebudayaan. Di dalam dunia yang penuh ketegangan antara golongan-golongan dan lapisan-lapisan , maka tugas gereja ialah menunjukkan bahwa dalam Tuhan Yesus segala ketegangan itu pada dasarkan telah dikalahkan. Alkitab menegaskan bahwa pintu gerbang kota Yerusalem baru itu am adanya pada tiap-tiap kiblat, timur, utara, barat dan selatan, tiada mengecualikan suatu bangsa, bahasa, golongan atau lapisan. Tugas gereja di dunia ialah menurut dan taat kepada wahyu dari surga itu.
TUGAS GEREJA
Panggilan pertama-tama gereja adalah memberitakan Firman Allah yang hidup dan melayankan sakramen menurut peraturan yang telah ditetapkan oleh Tuhan gereja. Injil yang telah diberikan kepada gereja supaya disiarkan / diwartakan kepada semua orang dan setiap bangsa. Kita tidak boleh takut akan kesulitan jalan yang dilalui, , jangan mngingat iklim yang buruk, dan jangan takut akan besarnya perlawanan. Gereja harus menjadi saksi di hadapkan pemerintah serta menguji tindakan-tindakan negara dan pemerintah dengan kajian Firman Allah untuk keadilan dan kebenaran. Pemberitaan Firman Allah bukan hanya tugas para pemangku jabatan gereja saja tetapi menjadi tugas semua anggota jemaat. Gereja juga bertugas merawat kerohanian anggotanya dari lahir, kehidupan setiap harinya sampai ajalnya dengan Firman dan Sakramen, demikian juga perkunjungan rumah tangga, menengok orang sakit, menyampaikan penghiburan yang berduka, serta mendoakan agar lepas dari pencobaan. Gereja juga harus lebih banyak memperhatikan kewajiban kepada para anak-anak, remaja dan pemuda agar menjadi generasi penerus yang dapat memuliakan Tuhan. Gereja tidak dipanggil mengambil alih pekerjaan para anggota jemaat, akan tetapi dipanggil memberi semangat kepada warga jemaat dalam pekerjaan mereka dengan memberi terang Firman Allah.
VISI ALLAH DALAM PENCIPTAAN MANUSIA
Dalam ayat emas tersebut di atas manusia diciptakan menurut gambarNya,berarti manusia dapat bersekutu dengan Allah dalam hubungan antara Aku-engkau / Allah-manusia. Tuhan berfirman kepada manusia dan pada manusia diletakkan tanggung jawab kepada Tuhan. Tuhan berkehendak menjadikan manusia, yang dengan segenap hidup, hati, budi, perasaan, dan segenap kemauannya, dengan rela hati, atas kemauan sendiri dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh Tuhan bagi manusia. Tujuan itu dapat kita temukan dalam Hukum Allah. Hukum Allah meminta dari manusia ketaatan dengan rela hati kepada perintah Tuhan supaya kita kasih akan Tuhan dan akan sesame manusia. Dengan kasih yang tidak dapat kita gambarkan, Tuhan telah menjadikan manusia. Kepada manusia itulah Tuhan menyatakan Diri. Untuk manusia itulah Tuhan membuka hatiNya. Dengan roh manusia itulah Roh Allah mencari hubungan Tuhan mau bersekutu dengan manusia di dalam persekutuan perjanjian. Jadi yang dikehendaki Tuhan dari manusia adalah ketaatan atau kepatuhan dengan rela hati . Segala-galanya yang diperlukan manusia supaya dapat taat dengan rela hati dan penuh kasih kepada Tuhan telah diberikan Tuhan kepada manusia. Tuhan menjadikan manusia dan melengkapinya dengan pengetahuan, kebenaran dan kesucian yang sejati ( Eps 4 : 24). Dengan pengetahuan sejati berarti manusia ditempatkan di dunia sebagai nabi Allah yang dengan murni mengenal Allah, diri sendiri, sesama manusia dan dunia. Dengan kebenaran sejati berarti manusia manusia ditempatkan di dunia sebagai raja yang tak bercacat dan murni hubungannya dengan Allah dan mempunyai panggilan memerintah dunia atas nama Allah dengan kebenaran dan keadilan. Dengan kesucian yang sejati berarti manusia ditempatkan di dunia sebagai imam Allah yang mau mengorbankan hidupnya sebagai suatu pelayanan kasih, suatu korban syukur kepada Allah dan sesama manusia.
Tuhan menempatkan manusia di persimpangan jalan supaya memilih
Dalam Taman Firdaus terdapat pohon alhayat atau pohon kehidupan memberitakan kepada manusia bahwa manusia akan menerima hidup kekal apabila ia di dalam hidupnya selalu mengabdi kepada Tuhan, tetapi manusia akan mengalami kecelakaan dan maut jika ia berbuat jahat. Rahasia penciptaan manusia berujung pada pemilihan manusia untuk berkata ya atau berkata tidak dalam memilih jalan kehidupannya. Dan ternyata manusia / Adam dan Hawa memilih berdosa sehingga Tuhan Allah memperbaiki / menyelamatkan melalui para nabi dalam Perjanjian Lama yang berisi Hukum Allah untuk membuka isi hati manusia, dan di Perjanjian Baru melalui karya penyelamatan Tuhan Yesus menebus dosa manusia melalui kayu salib di bukit Golgota.
VISI GEREJA
Visi GKJ Nehemia adalah Langit yang baru dan bumi yang baru (Wah 21 : 1), Sedangkan misinya adalah Bertumbuh dan Berbuah,ditingkatkann menjadi Mewujudkan rupa-rupa karunia dan pelayanan dan pada tahun 2016 Bersyukur kepada Tuhan. Sebenarnya visi dan misi kita sudah sangat bagus tetapi dinilai hanya sebatas slogan belaka dan kurang mengakar pada seluruh jemaat serta kurang menjawab untuk mengantsipasi persoalan masa kini dan masa lima tahun ke depan dengan kreative dan innovative dan harus terukur. Visi dan misi GKJ Nehemiai sudah dsusun atas dasar ayat Alkitab jadi seandainya kita belum memahami dan kurang dapat melaksanakannya maka kita harus lebih menggali kehendakNya melalui ayat-ayat lain yang lebih rinci dan terukur secara rohani maupun secara jasmani. Langit yang baru dan bumi yang baru merupakan visi Allah sebagai realisasi Taman Firdaus yang dicemari oleh dosa manusia dan itu terlaksana atas karya penyelamatan Tuhan Yesus sekali dan sempurna di bukit Golgota. Sebaiknya visi dan misi GKJ Nehemia tidak perlu diubah tetapi diberikan penjelasan untuk dapat lebih dipahami kita semua, misalnya:
Visi langit yang baru dan buni yang baru (Wah 21 : 1), dijelaskan dengan menyatakan Kerajaan Allah / menyatakan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Rom 14 : 17)
Misi bersyukur kepada Tuhan dijelaskan dengan Amanat Agung pemberitaan kabar baik kasih karunia Allah (Mat 28 : 19)
Masih banyak ayat-ayat Alkitab yang lain dan bisa dijadikan dasar penyusunan visi dan misi, sehingga penyusunan visi dan misi gereja perlu berlandaskan stake holder / pemengku kepentingan gereja yaitu kehendak Tuhan yang dinyatakan dalam Alkitab.
Firman Allah terukur juga
Banyak pendapat bila visi dan misi gereja yang disusun berdasarkan Firman Allah kurang terukur, sebenarnya Firman Allah sangat terukur, bahkan terukur secara rasional dan secara hati nurani serta secara rohani, misalnya Hukum Kasih itu jauh lebih tingggi daripada Hukum Taurat yang secara jelas terukur, kebenaran Allah dalam Yesus Kristus jauh lebih dalam daripada kebenaran ilmiah, damai sejahtera Allah jauh lebih tinggi daripada damai sejahtera dunia karena damai sejahtera Allah berarti terpelihanya tubuh, jiwa dan roh kita secara sempurna, sukacita oleh Roh kudus jauh lebih tinggi dari sukacita dunia karena sukacita oleh Roh Kudus berarti tidak mendukakan Allah sehingga orang beriman harus termotivasi untuk hidup kudus.
Keberhasilan visi dan misi gereja terletak pada karya peneyelamatan Yesus Kristus
Anggota jemaat merupakan tubuh Kristus sehingga dengan beraneka talenta Allah yang dikaruniakan kepada kita semua apabila kita persembahkan kepadaNya sangat berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasaNya yang mulia dan ajaib melalui karya penyelamatan Yesus Kristus di kayu salib sekali dan sempurna serta itulah inti keberhasilan visi dan misi gereja termasuk kita semua, visi Allah dalam penciptaan manusia menurut gambarNya, menjadi nyata pada masa kini kita menjadi serupa dengan Kristus. Amin. JS/PI.
Banyak gereja yang secara jelas dan tegas memiliki visi dan misi, tetapi banyak pula gereja yang tidak memilikinya, tetapi hasil atau buah yang dipersembahkannya hampir sama saja. Itu bukan berarti bahwa visi dan misi gereja tidak diperlukan tetapi alangkah baiknya gereja memiliki visi dan misi yang merupakan pernyataan dan karakteristik yang ingin dicapai di masa yang akan datang. Banyak bahan pustaka, contoh-contoh, bahkan GKJ Nehemia pun telah memiliki visi dan misi tetapi masih terbatas hanya slogan dan kurang menjawab tantangan yang ada baik masa kini dan masa yang akan datang dalam bentuk antisipasi yang kreative dan innovative, Alkitab merupakan acuan utama dalam penyusunan dan pelaksanaan visi dan misi gereja karena Alkitab adalah sumber utama Firman Allah tertulis yang menyatakan kehendakNya, gereja wajib berpaut kepda kehendak Allah sebagai pemangku kepentingan pemilik gereja. Karena begitu pentingnya materi tersebut maka visi gereja dibahas dalam tulisan ini , dan diawali dengan pembahasan tentang apakah gereja itu pada hakekatnya?, satu gereja, gereja yang kudus, gereja yang am, organisasi gereja, tugas gereja, visi Allah dalam penciptaan manusia, penyelamatan Allah terhadap dosa manusia, visi jauh ke depan, misi gereja, misi pribadi kita dan visi gereja. Kritik dan saran yang membangun sangat dinantikan demi kelengkapan materi pembahasannya.
APAKAH GEREJA ITU PADA HAKEKATNYA ?
Hakekat gereja merupakan umat milik Tuhan yang baru, kuidus dan benar, yang telah dipanggil dari semua bangsa-bangsa dan merupakan persekutuan orang-orang percaya dari segala zaman dan segala tempat, suatu persekutuan orang-orang percaya yang telah didamaikan dan dipersekutukan kembali dengan Tuhan oleh karena Yesus Kristus, dan yang kini sebagai tubuh Kristus diberi tugas panggilan untuk bersaksi, melayani dan mengucap syukur segala kebaikan Tuhan kepada dunia ini, sehingga gereja sebagai tanda Kerajaan Allah yang telah datang. Matin Luther menyarankan untuk melihat gereja tidak ke Geneva tempat kediaman Calvin, dan tidak ke Vatikan tempat kediaman Sri Paus, akan tetapi carilah di bahu Gembala Yang Baik, Yesus Kristus, dimana orang berada dan didukung olehNya sebagai domba yang hilang, di situlah gereja berada. Orang yang ditemukan oleh Tuhan tidak diajadikan seorang pertapa rohani, akan tetapi dijadikan satu dengan dengan umat Allah, umat baru yang dipanggi oleh Tuhan dari antara segala bangsa, hubungan antara Allah Bapa dan gereja merupakan sebuah keluarga, bahkan kita adalah batu-batu dari pada Bait Allah yang sedang dibangunkan oleh Roh kudus.
SATU GEREJA
Banyak organisasi gereja tetapi semua itu milik Tuhan dalam persatuan rohani yang tidak dapat dirusakkan dan tidak bisa dibinasakan. Kesatuan itu bukanlah perbuatan manusia, terjelmanya bukan kerena kepandaian manusia berorganisasi dan bukan karena pemerintahan kegerejaan melainkan berdasarkan pekerjaan Tuhan di dalam gereja. Keluarga yang terdiri dari anak-anak Allah yang disebut gereja itu mempunyai satu Bapa. Tubuh Kristus yang terdiri anak-anak Allah mempunyai satu Kepala yakni Kristus. Rumah Roh Kudus itu dibangun oleh Roh Allah menjadi satu bengunan yang utuh. Hanya ada satu Injil. Hanya ada satu baptisan / pemandian, satu iman, satu pengharapan. Orang-orang beriman tiada sadar akan kesatuan gereja, dan sering diakui dengan kata-kata tetapi disangkal dalam perbuatan-perbuatan. Kesatuan gereja adalah kesatuan di dalam Kristus, hal itu dapat kita percaya tetapi tidak dapat kita lihat, dan kesatuan gereja di dalam Kristus adalah suatu anugerah, dan yang terpenting adalah kesatuan gereja harus dibangun di dalam ketaatan kepada Firman Tuhan.
GEREJA YANG KUDUS
Apabila kita meninjau kehidupan anggota-anggota gereja, akan kita ketahui betapa banyak kelemahan dan cela, dosa-dosa dan kesalahan-kesalahannya. Tidak hanya sekarang saja, tetapi juga pada waktu gereja-gereja zaman Perjanjian Baru mulai dibangunkan, kekudusan gereja tidak terletak pada kekudusan anggota-anggotanya, tetapi berdasarkan berdasarkan Tuhan Yesus dan Roh Kudus serta Bapa Yang Kudus. Allah mengkuduskan gereja dengan korban Tuhan Yesus yang dipersembahkanNya sekali untuk selama-lamanya dan dengan berlangsungnya pekerjaan Roh Kudus. Tuhan Yesus telah mati untuk dosa-dosa gereja. Gereja dikuduskan denga darahNya. Kekudusan gereja terlaksana dengan menempuh jalan darah ke salib, dengan pengampunan dosa-dosa kita. Roh Kudus bekerja terus dan mengajar orang-orang beriman berjuang melawan segala dosa, yang mengakibatkan Tuhan Yesus mati di kayu salaib, Roh kudus juga mengajar kepada kita untuk berjuang mentaati segala perintah Tuhan. Orang yang telah dikuduskan oleh darah Tuhan Yesus yang tiada ternilai harganya itu, niscaya akan penuh kerinduan supaya dibersihkan dari segala cela dan cacad oleh rahmatNya. Oleh karena itu kita mengakui bahwa gereja itu kudus.
GEREJA YANG AM
Gereja adalah persekutuan yang meliputi segala warna kulit, segala bangsa, segala jenis, segala lapisan dan segala zaman. Ketika gereja Perjanjian Baru mulai berdiri , maka orang-orang Yahudi, Yunani,orang kafir, budak, orang merdeka, laki-laki, perempuan, mengalami keheranan yang tiada terkatakan, perbedaan-perbedaan antara mereka tidak lagi menjadi dinding pemisah yang bersekat. Mereka duduk di dalam gereja dan merayakan Perjamuan Kudus. Itulah mujizat yang menjadi dasar kehidupan gereja sepanjang masa. Am berarti umum bahkan katolik. Tugas gereja ialah menyatakan gereja yang am kepada dunia. Itu tidak berarti salah bagi gereja yang berdiri sendiri-sendiri karena alasan-alasan praktis organisatoris, alasan bahasa, sejarah dan kebudayaan. Di dalam dunia yang penuh ketegangan antara golongan-golongan dan lapisan-lapisan , maka tugas gereja ialah menunjukkan bahwa dalam Tuhan Yesus segala ketegangan itu pada dasarkan telah dikalahkan. Alkitab menegaskan bahwa pintu gerbang kota Yerusalem baru itu am adanya pada tiap-tiap kiblat, timur, utara, barat dan selatan, tiada mengecualikan suatu bangsa, bahasa, golongan atau lapisan. Tugas gereja di dunia ialah menurut dan taat kepada wahyu dari surga itu.
TUGAS GEREJA
Panggilan pertama-tama gereja adalah memberitakan Firman Allah yang hidup dan melayankan sakramen menurut peraturan yang telah ditetapkan oleh Tuhan gereja. Injil yang telah diberikan kepada gereja supaya disiarkan / diwartakan kepada semua orang dan setiap bangsa. Kita tidak boleh takut akan kesulitan jalan yang dilalui, , jangan mngingat iklim yang buruk, dan jangan takut akan besarnya perlawanan. Gereja harus menjadi saksi di hadapkan pemerintah serta menguji tindakan-tindakan negara dan pemerintah dengan kajian Firman Allah untuk keadilan dan kebenaran. Pemberitaan Firman Allah bukan hanya tugas para pemangku jabatan gereja saja tetapi menjadi tugas semua anggota jemaat. Gereja juga bertugas merawat kerohanian anggotanya dari lahir, kehidupan setiap harinya sampai ajalnya dengan Firman dan Sakramen, demikian juga perkunjungan rumah tangga, menengok orang sakit, menyampaikan penghiburan yang berduka, serta mendoakan agar lepas dari pencobaan. Gereja juga harus lebih banyak memperhatikan kewajiban kepada para anak-anak, remaja dan pemuda agar menjadi generasi penerus yang dapat memuliakan Tuhan. Gereja tidak dipanggil mengambil alih pekerjaan para anggota jemaat, akan tetapi dipanggil memberi semangat kepada warga jemaat dalam pekerjaan mereka dengan memberi terang Firman Allah.
VISI ALLAH DALAM PENCIPTAAN MANUSIA
Dalam ayat emas tersebut di atas manusia diciptakan menurut gambarNya,berarti manusia dapat bersekutu dengan Allah dalam hubungan antara Aku-engkau / Allah-manusia. Tuhan berfirman kepada manusia dan pada manusia diletakkan tanggung jawab kepada Tuhan. Tuhan berkehendak menjadikan manusia, yang dengan segenap hidup, hati, budi, perasaan, dan segenap kemauannya, dengan rela hati, atas kemauan sendiri dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh Tuhan bagi manusia. Tujuan itu dapat kita temukan dalam Hukum Allah. Hukum Allah meminta dari manusia ketaatan dengan rela hati kepada perintah Tuhan supaya kita kasih akan Tuhan dan akan sesame manusia. Dengan kasih yang tidak dapat kita gambarkan, Tuhan telah menjadikan manusia. Kepada manusia itulah Tuhan menyatakan Diri. Untuk manusia itulah Tuhan membuka hatiNya. Dengan roh manusia itulah Roh Allah mencari hubungan Tuhan mau bersekutu dengan manusia di dalam persekutuan perjanjian. Jadi yang dikehendaki Tuhan dari manusia adalah ketaatan atau kepatuhan dengan rela hati . Segala-galanya yang diperlukan manusia supaya dapat taat dengan rela hati dan penuh kasih kepada Tuhan telah diberikan Tuhan kepada manusia. Tuhan menjadikan manusia dan melengkapinya dengan pengetahuan, kebenaran dan kesucian yang sejati ( Eps 4 : 24). Dengan pengetahuan sejati berarti manusia ditempatkan di dunia sebagai nabi Allah yang dengan murni mengenal Allah, diri sendiri, sesama manusia dan dunia. Dengan kebenaran sejati berarti manusia manusia ditempatkan di dunia sebagai raja yang tak bercacat dan murni hubungannya dengan Allah dan mempunyai panggilan memerintah dunia atas nama Allah dengan kebenaran dan keadilan. Dengan kesucian yang sejati berarti manusia ditempatkan di dunia sebagai imam Allah yang mau mengorbankan hidupnya sebagai suatu pelayanan kasih, suatu korban syukur kepada Allah dan sesama manusia.
Tuhan menempatkan manusia di persimpangan jalan supaya memilih
Dalam Taman Firdaus terdapat pohon alhayat atau pohon kehidupan memberitakan kepada manusia bahwa manusia akan menerima hidup kekal apabila ia di dalam hidupnya selalu mengabdi kepada Tuhan, tetapi manusia akan mengalami kecelakaan dan maut jika ia berbuat jahat. Rahasia penciptaan manusia berujung pada pemilihan manusia untuk berkata ya atau berkata tidak dalam memilih jalan kehidupannya. Dan ternyata manusia / Adam dan Hawa memilih berdosa sehingga Tuhan Allah memperbaiki / menyelamatkan melalui para nabi dalam Perjanjian Lama yang berisi Hukum Allah untuk membuka isi hati manusia, dan di Perjanjian Baru melalui karya penyelamatan Tuhan Yesus menebus dosa manusia melalui kayu salib di bukit Golgota.
VISI GEREJA
Visi GKJ Nehemia adalah Langit yang baru dan bumi yang baru (Wah 21 : 1), Sedangkan misinya adalah Bertumbuh dan Berbuah,ditingkatkann menjadi Mewujudkan rupa-rupa karunia dan pelayanan dan pada tahun 2016 Bersyukur kepada Tuhan. Sebenarnya visi dan misi kita sudah sangat bagus tetapi dinilai hanya sebatas slogan belaka dan kurang mengakar pada seluruh jemaat serta kurang menjawab untuk mengantsipasi persoalan masa kini dan masa lima tahun ke depan dengan kreative dan innovative dan harus terukur. Visi dan misi GKJ Nehemiai sudah dsusun atas dasar ayat Alkitab jadi seandainya kita belum memahami dan kurang dapat melaksanakannya maka kita harus lebih menggali kehendakNya melalui ayat-ayat lain yang lebih rinci dan terukur secara rohani maupun secara jasmani. Langit yang baru dan bumi yang baru merupakan visi Allah sebagai realisasi Taman Firdaus yang dicemari oleh dosa manusia dan itu terlaksana atas karya penyelamatan Tuhan Yesus sekali dan sempurna di bukit Golgota. Sebaiknya visi dan misi GKJ Nehemia tidak perlu diubah tetapi diberikan penjelasan untuk dapat lebih dipahami kita semua, misalnya:
Visi langit yang baru dan buni yang baru (Wah 21 : 1), dijelaskan dengan menyatakan Kerajaan Allah / menyatakan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Rom 14 : 17)
Misi bersyukur kepada Tuhan dijelaskan dengan Amanat Agung pemberitaan kabar baik kasih karunia Allah (Mat 28 : 19)
Masih banyak ayat-ayat Alkitab yang lain dan bisa dijadikan dasar penyusunan visi dan misi, sehingga penyusunan visi dan misi gereja perlu berlandaskan stake holder / pemengku kepentingan gereja yaitu kehendak Tuhan yang dinyatakan dalam Alkitab.
Firman Allah terukur juga
Banyak pendapat bila visi dan misi gereja yang disusun berdasarkan Firman Allah kurang terukur, sebenarnya Firman Allah sangat terukur, bahkan terukur secara rasional dan secara hati nurani serta secara rohani, misalnya Hukum Kasih itu jauh lebih tingggi daripada Hukum Taurat yang secara jelas terukur, kebenaran Allah dalam Yesus Kristus jauh lebih dalam daripada kebenaran ilmiah, damai sejahtera Allah jauh lebih tinggi daripada damai sejahtera dunia karena damai sejahtera Allah berarti terpelihanya tubuh, jiwa dan roh kita secara sempurna, sukacita oleh Roh kudus jauh lebih tinggi dari sukacita dunia karena sukacita oleh Roh Kudus berarti tidak mendukakan Allah sehingga orang beriman harus termotivasi untuk hidup kudus.
Keberhasilan visi dan misi gereja terletak pada karya peneyelamatan Yesus Kristus
Anggota jemaat merupakan tubuh Kristus sehingga dengan beraneka talenta Allah yang dikaruniakan kepada kita semua apabila kita persembahkan kepadaNya sangat berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasaNya yang mulia dan ajaib melalui karya penyelamatan Yesus Kristus di kayu salib sekali dan sempurna serta itulah inti keberhasilan visi dan misi gereja termasuk kita semua, visi Allah dalam penciptaan manusia menurut gambarNya, menjadi nyata pada masa kini kita menjadi serupa dengan Kristus. Amin. JS/PI.
Visi yang Efektif
Visi sangat penting dalam kehidupan berorganisasi. Bergereja adalah melaksanakan misi Allah di bumi melalui pengorganisasian warga jemaat. Manajemen Alkitabiah melihat hubungan manusia sebagai perwujudan hubungan yang baik dan intim dengan Tuhan. Perumusan Visi merupakan awal dari suatu perencanaan strategik dalam kehidupan organisasi/lembaga. Visi dibuat dengan harapan dapat dicapai.
The new Grolier Webster Dictionary, memberi pengertian Visi sbb:
The Act, power, or faculty of seeing; sight; the ability to imagine and prepare for the future. (Visi adalah kemampuan khusus untuk membayangkan dan menyediakan diri untuk hari depan).
Visi Allah
Pandangan Alkitabiah tentang visi Allah : Allah Yang Maha Besar akan segera turun tangan untuk menciptakan bumi yang baru, yang penuh kedamaian dan masyarakat yang penuh kebahagiaan. (Armstrong 1982: 1-11).
Visi Yesus Kristus sendiri yang dinyatakan kepada Yohanes “ Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari surga, dan Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.” (Wahyu 21: 1-2).
Hal diatas perlu dikemukakan karena ada pandangan yang tidak Alkitabiah dari berbagai tokoh pimpinan dunia yang mengatakan bahwa dunia akan berakhir dalam kehancuran perang nuklir di samping kehancuran akibat perang kimiawi, perang biologis, kelebihan penduduk sehingga mengakibatkan kelaparan di mana-mana, berbagai penyakit menular, dan polusi lingkungan hidup.
Allah yang Maha Besar akan segera turun tangan untuk menciptakan bumi yang baru, yang penuh kedamaian dan masyarakat yang penuh kebahagiaan.
Visi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan berorganisasi bahkan dalam kehidupan kita masing-masing. Tanpa visi lembaga/organisasi atau orang perorangan tidak mempunyai fokus tentang apa yang diinginkan untuk dicapai pada masa yang akan datang. Secara manusiawi, bergereja adalah melaksanakan misi Allah di bumi melalui pengorganisasian warga jemaatnya. Dan organisasi memerlukan kepemimpinan dan manajemen.
Manajemen Alkitabiah dan Sekuler
Konsep manajemen sekuler, hanya melihat hubungan antar manusia, dan melihat manusia sebagai alat untuk mencapai tujuan. Itulah sebabnya rumus manajemen yang paling popular adalah suatu proses untuk membuahkan aktivitas secara lengkap, efisien dan efektif, dengan atau melalui orang lain. Atau sering dikatakan “ To get things done through other people”. Sedangkan konsep manajemen Alkitabiah melihat hubungan manusia sebagai perwujudan hubungan yang baik dan intim dengan Tuhan. Jika kita mengasihi Tuhan, maka wujud nyata adalah kita pun mengasihi orang lain.
Dari falsafah Alkitabiah yang paling utama itu dapatlah dikemukakan bahwa manajemen adalah suatu proses yang membuahkan aktivitas secara lengkap, efisien dan efektif, dengan atau melalui orang lain berlandaskan kasih Tuhan.
Bila digambarkan sisi hubungan tersebut dengan model analog akan terlihat sbb.:
Model Manajemen Alkitabiah Model Manajemen Sekuler
Tuhan Manusia
Manusia Manusia Manusia Manusia
Perencanaan
Bahwa perencanaan perlu bagi semua organisasi atau lembaga. Demikian juga dengan gereja sebagai organisasi yang berlandaskan Kasih Allah. Visi merupakan langkah awal dari suatu perencanaan. Visi adalah perencanaan yang berjangkauan waktu sangat jauh untuk masa depan lembaga atau organisasi. Atau biasa dikatakan bahwa visi adalah ‘Rencana tentang akan menjadi apa lembaga /organisasi ini kelak’. Keinginan untuk menjadi apa kelak… itulah yang memotivasi dan mengarahkan segala sumber daya dan dana warga organisasi untuk berusaha mencapainya.
Tuhan merupakan inti dan sumber perencanaan sebagaimana diungkapkan dalam Yeremia 29: 11 : ‘ Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.’
Kita percaya dan yakin bahwa seluruh bumi dan isinya, bahkan seluruh jagad raya ini telah terwujud sesuai dengan rencana Allah. Jadi, kemampuan merencanakan yang merupakan kompetensi Allah, yang melalui kasih Allah, sudah dikaruniakan kepada manusia, karena manusialah satu-satunya makhluk yang dapat berpikir dan merencanakan.
Perencanaan yang berdimensi untuk jangka waktu yang sangat panjang itu yang disebut Perencanaan Strategik atau Strategic Planning.
Suatu organisasi yang efektif akan menyusun perencanaan strategik yang formal. Karena itu, kompetensi perencanaan adalah keharusan bagi setiap insan Kristiani di manapun dia melayani, baik di organisasi besar, sedang ataupun kecil.
Rumusan Visi sebagai awal dari suatu perencanaan strategik dalam kehidupan organisasi/lembaga memang tidak mudah membuatnya, tetapi bukan berarti tidak mungkin untuk membuatnya. Tidak mudah karena kita harus mampu merumuskan lebih dahulu problem besar apa yang kita hadapi di masa mendatang. Salah satu problem besar adalah keberlanjutan dari eksistensi lembaga / organisasi itu sendiri. Problem besar bisa berupa hambatan/persoalan yang akan dihadapi maupun keinginan yang belum dapat direalisasi. Salah satu fungsi Visi adalah mengatasi problem besar yang mungkin dihadapi di masa mendatang.
Setelah Visi dirumuskan, yang lebih penting adalah disosialisasikan untuk dapat dihayati oleh semua unsur lembaga/organisasi (dari yang paling atas sampai yang paling bawah), agar mereka seiya sekata dalam upaya mencapai Visi yang disepakati. Atau dengan kata lain, memang penting untuk membuat Visi, tetapi lebih penting bagaimana mencapainya. Visi organisasi yang tidak terus menerus disosialisasikan hanya akan menjadi tumpukan kata-kata indah di laci.
Visi—Strategi-Rencana dan Anggaran
Dalam organisasi gereja pasti ada unsur pemimpin dan manajemen. Untuk mencapai visi yang ditetapkan diperlukan strategi dan rencana-rencana tindakan. Peran pemimpin dan manajemen dalam hubungannya dengan hal tersebut digambarkan sbb.:
Visi : Gambaran yang rasional dan menarik tentang masa depan.
Kepemimpinan menciptakan
Strategi : Logika mengenai bagaimana visi itu bisa dicapai.
Rencana : Langkah-langkah dan jadwal khusus untuk melaksanakan
Manajemen menciptakan strategi.
Anggaran : Rencana yang diubah menjadi proyeksi financial dan
tujuan.
Visi yang Efektif
Visi tentunya dibuat dengan harapan dapat dicapai walaupun untuk mencapainya memerlukan jangka waktu yang panjang. Untuk bisa dicapai tentunya juga harus diperhitungkan cukup tidaknya kemampuan jajaran organisasi untuk itu. Oleh karena itu, agar rumusan visi mempunyai kadar efektifitas yang tinggi untuk bisa dicapai maka perumusan visi perlu memperhatikan hal-hal sbb.:
~ Bisa dibayangkan : Memberikan gambaran mengenai bagaimana gambaran masa depan nantinya.
~ Menarik : Menyentuh kepentingan jangka panjang semua pihak yang terkait dengan keberadaan organisasi/lembaga.
~ Dapat dilaksanakan: Berisi tujuan-tujuan yang realistis dan bisa dicapai.
~ Terfokus : Cukup jelas untuk memberikan bimbingan dalam pengambilan keputusan.
~ Fleksibel: Cukup umum untuk memungkinkan para individu mengambil inisiatif dan respons-respons alternatif dalam hubungannya dengan kondisi yang berubah-ubah.
~ Bisa dikomunikasikan: Mudah untuk dikomunikasikan, bisa dengan mudah dijelaskan dalam waktu lima menit.
Semoga bermanfaat.Dari beberapa sumber. Munari.
The new Grolier Webster Dictionary, memberi pengertian Visi sbb:
The Act, power, or faculty of seeing; sight; the ability to imagine and prepare for the future. (Visi adalah kemampuan khusus untuk membayangkan dan menyediakan diri untuk hari depan).
Visi Allah
Pandangan Alkitabiah tentang visi Allah : Allah Yang Maha Besar akan segera turun tangan untuk menciptakan bumi yang baru, yang penuh kedamaian dan masyarakat yang penuh kebahagiaan. (Armstrong 1982: 1-11).
Visi Yesus Kristus sendiri yang dinyatakan kepada Yohanes “ Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari surga, dan Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.” (Wahyu 21: 1-2).
Hal diatas perlu dikemukakan karena ada pandangan yang tidak Alkitabiah dari berbagai tokoh pimpinan dunia yang mengatakan bahwa dunia akan berakhir dalam kehancuran perang nuklir di samping kehancuran akibat perang kimiawi, perang biologis, kelebihan penduduk sehingga mengakibatkan kelaparan di mana-mana, berbagai penyakit menular, dan polusi lingkungan hidup.
Allah yang Maha Besar akan segera turun tangan untuk menciptakan bumi yang baru, yang penuh kedamaian dan masyarakat yang penuh kebahagiaan.
Visi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan berorganisasi bahkan dalam kehidupan kita masing-masing. Tanpa visi lembaga/organisasi atau orang perorangan tidak mempunyai fokus tentang apa yang diinginkan untuk dicapai pada masa yang akan datang. Secara manusiawi, bergereja adalah melaksanakan misi Allah di bumi melalui pengorganisasian warga jemaatnya. Dan organisasi memerlukan kepemimpinan dan manajemen.
Manajemen Alkitabiah dan Sekuler
Konsep manajemen sekuler, hanya melihat hubungan antar manusia, dan melihat manusia sebagai alat untuk mencapai tujuan. Itulah sebabnya rumus manajemen yang paling popular adalah suatu proses untuk membuahkan aktivitas secara lengkap, efisien dan efektif, dengan atau melalui orang lain. Atau sering dikatakan “ To get things done through other people”. Sedangkan konsep manajemen Alkitabiah melihat hubungan manusia sebagai perwujudan hubungan yang baik dan intim dengan Tuhan. Jika kita mengasihi Tuhan, maka wujud nyata adalah kita pun mengasihi orang lain.
Dari falsafah Alkitabiah yang paling utama itu dapatlah dikemukakan bahwa manajemen adalah suatu proses yang membuahkan aktivitas secara lengkap, efisien dan efektif, dengan atau melalui orang lain berlandaskan kasih Tuhan.
Bila digambarkan sisi hubungan tersebut dengan model analog akan terlihat sbb.:
Model Manajemen Alkitabiah Model Manajemen Sekuler
Tuhan Manusia
Manusia Manusia Manusia Manusia
Perencanaan
Bahwa perencanaan perlu bagi semua organisasi atau lembaga. Demikian juga dengan gereja sebagai organisasi yang berlandaskan Kasih Allah. Visi merupakan langkah awal dari suatu perencanaan. Visi adalah perencanaan yang berjangkauan waktu sangat jauh untuk masa depan lembaga atau organisasi. Atau biasa dikatakan bahwa visi adalah ‘Rencana tentang akan menjadi apa lembaga /organisasi ini kelak’. Keinginan untuk menjadi apa kelak… itulah yang memotivasi dan mengarahkan segala sumber daya dan dana warga organisasi untuk berusaha mencapainya.
Tuhan merupakan inti dan sumber perencanaan sebagaimana diungkapkan dalam Yeremia 29: 11 : ‘ Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.’
Kita percaya dan yakin bahwa seluruh bumi dan isinya, bahkan seluruh jagad raya ini telah terwujud sesuai dengan rencana Allah. Jadi, kemampuan merencanakan yang merupakan kompetensi Allah, yang melalui kasih Allah, sudah dikaruniakan kepada manusia, karena manusialah satu-satunya makhluk yang dapat berpikir dan merencanakan.
Perencanaan yang berdimensi untuk jangka waktu yang sangat panjang itu yang disebut Perencanaan Strategik atau Strategic Planning.
Suatu organisasi yang efektif akan menyusun perencanaan strategik yang formal. Karena itu, kompetensi perencanaan adalah keharusan bagi setiap insan Kristiani di manapun dia melayani, baik di organisasi besar, sedang ataupun kecil.
Rumusan Visi sebagai awal dari suatu perencanaan strategik dalam kehidupan organisasi/lembaga memang tidak mudah membuatnya, tetapi bukan berarti tidak mungkin untuk membuatnya. Tidak mudah karena kita harus mampu merumuskan lebih dahulu problem besar apa yang kita hadapi di masa mendatang. Salah satu problem besar adalah keberlanjutan dari eksistensi lembaga / organisasi itu sendiri. Problem besar bisa berupa hambatan/persoalan yang akan dihadapi maupun keinginan yang belum dapat direalisasi. Salah satu fungsi Visi adalah mengatasi problem besar yang mungkin dihadapi di masa mendatang.
Setelah Visi dirumuskan, yang lebih penting adalah disosialisasikan untuk dapat dihayati oleh semua unsur lembaga/organisasi (dari yang paling atas sampai yang paling bawah), agar mereka seiya sekata dalam upaya mencapai Visi yang disepakati. Atau dengan kata lain, memang penting untuk membuat Visi, tetapi lebih penting bagaimana mencapainya. Visi organisasi yang tidak terus menerus disosialisasikan hanya akan menjadi tumpukan kata-kata indah di laci.
Visi—Strategi-Rencana dan Anggaran
Dalam organisasi gereja pasti ada unsur pemimpin dan manajemen. Untuk mencapai visi yang ditetapkan diperlukan strategi dan rencana-rencana tindakan. Peran pemimpin dan manajemen dalam hubungannya dengan hal tersebut digambarkan sbb.:
Visi : Gambaran yang rasional dan menarik tentang masa depan.
Kepemimpinan menciptakan
Strategi : Logika mengenai bagaimana visi itu bisa dicapai.
Rencana : Langkah-langkah dan jadwal khusus untuk melaksanakan
Manajemen menciptakan strategi.
Anggaran : Rencana yang diubah menjadi proyeksi financial dan
tujuan.
Visi yang Efektif
Visi tentunya dibuat dengan harapan dapat dicapai walaupun untuk mencapainya memerlukan jangka waktu yang panjang. Untuk bisa dicapai tentunya juga harus diperhitungkan cukup tidaknya kemampuan jajaran organisasi untuk itu. Oleh karena itu, agar rumusan visi mempunyai kadar efektifitas yang tinggi untuk bisa dicapai maka perumusan visi perlu memperhatikan hal-hal sbb.:
~ Bisa dibayangkan : Memberikan gambaran mengenai bagaimana gambaran masa depan nantinya.
~ Menarik : Menyentuh kepentingan jangka panjang semua pihak yang terkait dengan keberadaan organisasi/lembaga.
~ Dapat dilaksanakan: Berisi tujuan-tujuan yang realistis dan bisa dicapai.
~ Terfokus : Cukup jelas untuk memberikan bimbingan dalam pengambilan keputusan.
~ Fleksibel: Cukup umum untuk memungkinkan para individu mengambil inisiatif dan respons-respons alternatif dalam hubungannya dengan kondisi yang berubah-ubah.
~ Bisa dikomunikasikan: Mudah untuk dikomunikasikan, bisa dengan mudah dijelaskan dalam waktu lima menit.
Semoga bermanfaat.Dari beberapa sumber. Munari.
Pembukaan MPDK
Bersamaan dengan Minggu Pra Paskah pertama yang jatuh pada tanggal, 14 Februari’16 di GKJ Nehemia dilaksanakan pula Pembukaan Masa Penghayatan Dasar Kekristenan (MPDK). Yang menjadi Panitia penyelenggara kali ini adalah Warga Wilayah Pasar Minggu.
Setelah pembacaan Warta Jemaat oleh Dkn. Dewo Asmoro makaDkn. Maridjo Utomo selaku Liturgos menyampaikan bahwa pagi itu adalah Kebaktian awal Pra Paskah yang berlangsung selam 6 minggu hingga Jum’at Agung. Tema Paskah kali ini adalah Dibangkitkan untuk Langit dan Bumi yang Baru.Setelah hening sejenak maka Dkn. Dewo Asmoro selaku majelis Penatalayanan memukul gong tiga kali sebagai pertanda bahwa Kebaktian segera dimulai. Kemudian iring-iringan prosesi Pendeta, Ketua Majelis dan Ketua Panitia Paskah serta para Majelis memasuki ruang ibadah diiringi sebuah lagu yang dibawakan oleh Ceyla Sunardi.Sesampai di depan mimbar Dkn. Andreas Hutomo selaku Ketua Majelis menyerahkan bahan MPDK kepada Bp. Franky Kayhatusebagai Ketua Panitia Paskah dan selanjutnya menyerahkan bahan MPDK tersebut kepada Pnt. Pandamsih Kristantomewakili Majelis Wilayah untuk dilaksanakan di wilayah masing-masing.
Pdt. Simon Rachmadi, MHum,MA selaku Pemimpin ibadah mematikan salah satu dari 6 lilin yang menyala sebagai lambang 6 minggu Pra Paskah dipandu Pengantar Dkn. Nina Karyoso. Tema kotbah Pra Paskah pertama pagi itu adalah Mulut dan hati kita untuk Kristus yang diambil dari Roma 10: 9 yang berbunyi, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”
Setelah Votum dan Salam Jemaat menyanyikan lagu Maha Kasih yang Ilahi dari KJ.58: 1,3.
Lagu Panelangsa dari KPK.46: 1,2 sebagai ungkapan Penyesalan Dosa dinyanyikan setelah Pengakuan Dosa. Berita Anugerah dan Petunjuk Hidup Baru diikuti dengan Nyanyian Kesanggupan dari KJ.14: 1 Muliakan Tuhan Allah.
Pembacaan Alkitab diawali dengan Doa Epiklese dilanjutkan dengan Pelayanan Firman.
Dalam kotbahnya Pdt. Simon menyampaikan tentang Rasul Paulus yang menegaskan bahwa Yesus adalah pusat cinta kita, sementara mulut dan hati kita untuk Yesus. Pada saat kita mencintai Yesus, pada saat itu juga Yesus yang kita cintai membuat hidup kita indah.
Setelah kotbah PS Kembang Bakung mempersembahkan pujian, dilanjutkan dengan Pelantikan Pengurus Komisi oleh Pdt. Simon Rachmadi. Adapun pengurus yang dilantik adalah sbb.:
Komisi Anak- Anto Asarela, Nuke Anggarani, Ratrilia Adaninggar, Dinda Christy Mahastri, Surisni DS, Mitayani.
Komisi Pemuda & Remaja- Esseline Asrihastuti, Alvino Chrismantoro, Citra Ika Wibawati, Astrine Permata Leoni.
Komisi Wanita - Krisna Pareti Lusindo, Endang Setyo Tuhu, Kunti Agus Hendratmo, Iin Saptama, Christina Dian Prasodjo.
Komisi Olah Raga - Agus Yulianto, Hary Cahyono, Harry Budi Susanto.
Komisi Media -Petrus Sugiyono, Satrio Pinandhito, Sri Suhardjani P Asmoro.
Komisi BKMG - Suyadi ES, Indra Triwidada, Djoko Pramono.
Pengakuan Iman Rasuli dinyanyikan dalam tembang Aku Percaya, dari KJ.280: 1-3
Doa Syafaat di sampaikan oleh Bp. Sunu Prasetyanto dari Wilayah Kebayoran Baru.
Persembahan dipimpin oleh Pnt. Supardidiiringi lagu Bawa Persembahanmu dari PKJ.146: 1-3.
Setelah Pengtusan dan Berkat jemaat menyanyikan lagu Janji yang manis dari PKJ.165: 1-3.
Sepanjang kebaktian diiringi musik Mini Orkestra pimpinan Bp. Totok Widayanto.
Seluruh rangkaian acara tersusun rapi dari awal hingga selesai. Selamat memasuki masa Pra Paskah. Bravo untuk Wilayah Pasar Minggu.
Setelah pembacaan Warta Jemaat oleh Dkn. Dewo Asmoro makaDkn. Maridjo Utomo selaku Liturgos menyampaikan bahwa pagi itu adalah Kebaktian awal Pra Paskah yang berlangsung selam 6 minggu hingga Jum’at Agung. Tema Paskah kali ini adalah Dibangkitkan untuk Langit dan Bumi yang Baru.Setelah hening sejenak maka Dkn. Dewo Asmoro selaku majelis Penatalayanan memukul gong tiga kali sebagai pertanda bahwa Kebaktian segera dimulai. Kemudian iring-iringan prosesi Pendeta, Ketua Majelis dan Ketua Panitia Paskah serta para Majelis memasuki ruang ibadah diiringi sebuah lagu yang dibawakan oleh Ceyla Sunardi.Sesampai di depan mimbar Dkn. Andreas Hutomo selaku Ketua Majelis menyerahkan bahan MPDK kepada Bp. Franky Kayhatusebagai Ketua Panitia Paskah dan selanjutnya menyerahkan bahan MPDK tersebut kepada Pnt. Pandamsih Kristantomewakili Majelis Wilayah untuk dilaksanakan di wilayah masing-masing.
Pdt. Simon Rachmadi, MHum,MA selaku Pemimpin ibadah mematikan salah satu dari 6 lilin yang menyala sebagai lambang 6 minggu Pra Paskah dipandu Pengantar Dkn. Nina Karyoso. Tema kotbah Pra Paskah pertama pagi itu adalah Mulut dan hati kita untuk Kristus yang diambil dari Roma 10: 9 yang berbunyi, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”
Setelah Votum dan Salam Jemaat menyanyikan lagu Maha Kasih yang Ilahi dari KJ.58: 1,3.
Lagu Panelangsa dari KPK.46: 1,2 sebagai ungkapan Penyesalan Dosa dinyanyikan setelah Pengakuan Dosa. Berita Anugerah dan Petunjuk Hidup Baru diikuti dengan Nyanyian Kesanggupan dari KJ.14: 1 Muliakan Tuhan Allah.
Pembacaan Alkitab diawali dengan Doa Epiklese dilanjutkan dengan Pelayanan Firman.
Dalam kotbahnya Pdt. Simon menyampaikan tentang Rasul Paulus yang menegaskan bahwa Yesus adalah pusat cinta kita, sementara mulut dan hati kita untuk Yesus. Pada saat kita mencintai Yesus, pada saat itu juga Yesus yang kita cintai membuat hidup kita indah.
Setelah kotbah PS Kembang Bakung mempersembahkan pujian, dilanjutkan dengan Pelantikan Pengurus Komisi oleh Pdt. Simon Rachmadi. Adapun pengurus yang dilantik adalah sbb.:
Komisi Anak- Anto Asarela, Nuke Anggarani, Ratrilia Adaninggar, Dinda Christy Mahastri, Surisni DS, Mitayani.
Komisi Pemuda & Remaja- Esseline Asrihastuti, Alvino Chrismantoro, Citra Ika Wibawati, Astrine Permata Leoni.
Komisi Wanita - Krisna Pareti Lusindo, Endang Setyo Tuhu, Kunti Agus Hendratmo, Iin Saptama, Christina Dian Prasodjo.
Komisi Olah Raga - Agus Yulianto, Hary Cahyono, Harry Budi Susanto.
Komisi Media -Petrus Sugiyono, Satrio Pinandhito, Sri Suhardjani P Asmoro.
Komisi BKMG - Suyadi ES, Indra Triwidada, Djoko Pramono.
Pengakuan Iman Rasuli dinyanyikan dalam tembang Aku Percaya, dari KJ.280: 1-3
Doa Syafaat di sampaikan oleh Bp. Sunu Prasetyanto dari Wilayah Kebayoran Baru.
Persembahan dipimpin oleh Pnt. Supardidiiringi lagu Bawa Persembahanmu dari PKJ.146: 1-3.
Setelah Pengtusan dan Berkat jemaat menyanyikan lagu Janji yang manis dari PKJ.165: 1-3.
Sepanjang kebaktian diiringi musik Mini Orkestra pimpinan Bp. Totok Widayanto.
Seluruh rangkaian acara tersusun rapi dari awal hingga selesai. Selamat memasuki masa Pra Paskah. Bravo untuk Wilayah Pasar Minggu.
Renungan: Visi
Dalam beberapa puluh tahun yang lalu ada ungkapan yang menarik dan dikenal dengan baik oleh gereja-gereja yang berbunyi: “membangun jemaat yang visioner”. Apa artinya? Pada waktu itu tekad para pemimpin gereja adalah membangun jemaat yang memiliki pandangan atau wawasan yang luas mengenai masa depan masyarakat, bangsa, bahkan dunia! Untuk mewujudkan hal itu, banyak seminar dilakukan untuk memperoleh gambaran, arah, dan kecenderungan-kecenderungan masyarakat!
Sampai sekarang seharusnya ungkapan itu masih relevan: “Membangunjemaat yang visioner”. Jemaat yang visioner adalah jemaat yang memiliki wawasan yang luas di masa depan. Bagaimana mewujudkannya? Tentunya harus dimengerti dulu akar kata kalimat atau ungkapan tersebut. Visioner berasaldari kata visi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI edisi III cetakanke 3 tahun 2003 h. 1262) dijelaskan 5 pengertian kata visi: (1) kemampuan untuk melihat pada inti persoalan; (2) pandangan atau wawasan ke depan; (3) kemampuan untuk merasakan sesuatu yang tidak nampak melalui kehausan jiwa dan ketajaman penglihatan; (4) apa yang tampak dalam khayalan; dan (5) penglihatan atau pengamatan. Sedangkan kata visioner, yaitu orang yang memiliki khayalan atau wawasan kedepan.
Dari pengertian seperti itu jelas, bahwa ungkapan membangun jemaat yang visioner berarti merekayasa secara terencana dan sistematis di dalam jemaat sehingga jemaat memiliki pandangan dan wawasan yang luas mengenai masa depan, bukan saja masa depan jemaat tetapi juga masa depan masyarakat dan bangsa. Itu berarti bahwa gereja atau jemaat dituntut untuk berperan secara aktif di dalam kehidupan masyarakat dan bangsa sehinggacita-cita atau apa telah dipikirkan dan diharapkan itu bisa terwujud.
Bagaimana kita bisa memiliki visi yang seperti itu? Atau pertanyaannya kita ubah begini, bagaimana kita bisa menjadi visioner? Salah satu cara agar kita bisa menjadi visioner atau memiliki visi yang tajam adalah dengan mengikuti kecenderungan dan perkembangan yang terjadi di masyarakat secara cermat, mengikuti analisis-analisis para ahli, yang dikenal dengan ungkapan membaca tanda-tanda jaman. Bagi gereja atau orang percaya ada dasar yang tidak boleh dilupakan yaitu membaca tanda-tanda jaman di dalam terang FirmanTuhan. Itu syaratnya!
Biasanya, dalam sebuah organisasi, visi selalu dikaitkan dengan misi. Dua hal itu memang berkait erat. Visi dan misi tersebut lalu dijabarkandalam sebuah rencana kerja jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Tetapi tidak jarang pula di akhir pelaksanaan program tidak ada apa-apa. Maksudnya, tidak ada evaluasi apakah visinya benar dan misinya tercapai atau tidak. Semuanya berlalu begitu saja tanpa sebuah kejelasan.
Dalam konteks kekinian, bagaimana kita merumuskan visi yang benar-benar menunjukkan bahwa kitamemang visioner? Banyak persoalan di sekitar kita yang cukup menggigit dan mengharu-biru kehidupan kita. Misalnya di awal tahun ini kita dihadapkan pad atrending topic yaitu Gafatar atau GerakanFajar Nusantara! Banyak orang hilang atau meninggalkan rumah untuk bergabung denganorganisasi itu. Ternyata mereka berada di suatu tempat, membentuk komunitas, membuka lahan pertanian danseterusnya. Pemerintah danaparat pun disibukkan dengan organisasi itu. Bahkandalil-dalil agama dikeluarkan oleh lembagakeagamaan, yang akhirnya mengharamkan organisasi itu dan menganggap ajarannya sesat. Namun sebelum semuanya jelas, kekerasan telah menimpa mereka.Kita dibuat gamang!
Apa sikap kita melihat masalah itu? Belum lagi soal LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Lagi-lagi Pemerintah dan lembaga-lembaga agama mengeluarkan dalil-dalil agama yang mengharamkan mereka! Ditambah dengan persoalan hukum yang menimpa beberapa artis yang dituduh melakukan pencabulan dan sebagainya. Persoalan-persoalan itu menambah ruwetnya kehidupan bangsa. Belum lagi upaya-upaya yang dianggap melemahkan lembaga pemberantasan korupsi seperti KPK dengan adanya usulan untuk melakukan revisi UU tentang KPK, di tengahgencar-gencarnya bangsa ini memberantaskorupsi. Setiap hari kita disodori tontonan orang-orang yang berpredikat terhormat ditangkap KPK karenaternyata di balik kemilau jabatan dan kedudukan itu terselip perilaku nyolongan.
Persoalan-persoalan itu mesti disikapi dengan cermat ketika kita mau merumuskan sebuahvisi. Dan sebagai gereja, kita harus tetap melihat berbagai permasalahan tersebut dalam terang FirmanTuhan. Dalam pengertian itu visi adalah wawasan yang berada dalam perspektif FirmanTuhan. Semua orang percaya bisa merumuskan sendiri visinya, tergantung pada ruang yang melingkupinya. Namunketika kita mau menjadi jemaat yang visioner, maka persoalan actual yang ada di sekitar kita harus dicermati. Dalam perspektif FirmanTuhan, manusia adalah makhluk yang paling mulia di antara ciptaanTuhan. Mazmur 8 ayat 6 “Namun Engkau telah membuatny paham persama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat”. Dengan demikian segala bentuk penindasan terhadap manusia, diskriminasi terhadap kelompok-kelompok manusia, pelecehan terhadap sesama manusia, atau perilaku yang tidak memuliakan manusia dan lain-lain adalahbentuk ketidakhormatan terhadap Sang Pencipta. Dan ketidakhormatan terhadap Sang Pencipta adalah pembrontakan kepada-Nya. Itulah visi kita ketika kita mau mengoperasionalisasikannya dalam kehidupan jemaats ecaran yata! (45-nosk).
Sampai sekarang seharusnya ungkapan itu masih relevan: “Membangunjemaat yang visioner”. Jemaat yang visioner adalah jemaat yang memiliki wawasan yang luas di masa depan. Bagaimana mewujudkannya? Tentunya harus dimengerti dulu akar kata kalimat atau ungkapan tersebut. Visioner berasaldari kata visi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI edisi III cetakanke 3 tahun 2003 h. 1262) dijelaskan 5 pengertian kata visi: (1) kemampuan untuk melihat pada inti persoalan; (2) pandangan atau wawasan ke depan; (3) kemampuan untuk merasakan sesuatu yang tidak nampak melalui kehausan jiwa dan ketajaman penglihatan; (4) apa yang tampak dalam khayalan; dan (5) penglihatan atau pengamatan. Sedangkan kata visioner, yaitu orang yang memiliki khayalan atau wawasan kedepan.
Dari pengertian seperti itu jelas, bahwa ungkapan membangun jemaat yang visioner berarti merekayasa secara terencana dan sistematis di dalam jemaat sehingga jemaat memiliki pandangan dan wawasan yang luas mengenai masa depan, bukan saja masa depan jemaat tetapi juga masa depan masyarakat dan bangsa. Itu berarti bahwa gereja atau jemaat dituntut untuk berperan secara aktif di dalam kehidupan masyarakat dan bangsa sehinggacita-cita atau apa telah dipikirkan dan diharapkan itu bisa terwujud.
Bagaimana kita bisa memiliki visi yang seperti itu? Atau pertanyaannya kita ubah begini, bagaimana kita bisa menjadi visioner? Salah satu cara agar kita bisa menjadi visioner atau memiliki visi yang tajam adalah dengan mengikuti kecenderungan dan perkembangan yang terjadi di masyarakat secara cermat, mengikuti analisis-analisis para ahli, yang dikenal dengan ungkapan membaca tanda-tanda jaman. Bagi gereja atau orang percaya ada dasar yang tidak boleh dilupakan yaitu membaca tanda-tanda jaman di dalam terang FirmanTuhan. Itu syaratnya!
Biasanya, dalam sebuah organisasi, visi selalu dikaitkan dengan misi. Dua hal itu memang berkait erat. Visi dan misi tersebut lalu dijabarkandalam sebuah rencana kerja jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Tetapi tidak jarang pula di akhir pelaksanaan program tidak ada apa-apa. Maksudnya, tidak ada evaluasi apakah visinya benar dan misinya tercapai atau tidak. Semuanya berlalu begitu saja tanpa sebuah kejelasan.
Dalam konteks kekinian, bagaimana kita merumuskan visi yang benar-benar menunjukkan bahwa kitamemang visioner? Banyak persoalan di sekitar kita yang cukup menggigit dan mengharu-biru kehidupan kita. Misalnya di awal tahun ini kita dihadapkan pad atrending topic yaitu Gafatar atau GerakanFajar Nusantara! Banyak orang hilang atau meninggalkan rumah untuk bergabung denganorganisasi itu. Ternyata mereka berada di suatu tempat, membentuk komunitas, membuka lahan pertanian danseterusnya. Pemerintah danaparat pun disibukkan dengan organisasi itu. Bahkandalil-dalil agama dikeluarkan oleh lembagakeagamaan, yang akhirnya mengharamkan organisasi itu dan menganggap ajarannya sesat. Namun sebelum semuanya jelas, kekerasan telah menimpa mereka.Kita dibuat gamang!
Apa sikap kita melihat masalah itu? Belum lagi soal LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Lagi-lagi Pemerintah dan lembaga-lembaga agama mengeluarkan dalil-dalil agama yang mengharamkan mereka! Ditambah dengan persoalan hukum yang menimpa beberapa artis yang dituduh melakukan pencabulan dan sebagainya. Persoalan-persoalan itu menambah ruwetnya kehidupan bangsa. Belum lagi upaya-upaya yang dianggap melemahkan lembaga pemberantasan korupsi seperti KPK dengan adanya usulan untuk melakukan revisi UU tentang KPK, di tengahgencar-gencarnya bangsa ini memberantaskorupsi. Setiap hari kita disodori tontonan orang-orang yang berpredikat terhormat ditangkap KPK karenaternyata di balik kemilau jabatan dan kedudukan itu terselip perilaku nyolongan.
Persoalan-persoalan itu mesti disikapi dengan cermat ketika kita mau merumuskan sebuahvisi. Dan sebagai gereja, kita harus tetap melihat berbagai permasalahan tersebut dalam terang FirmanTuhan. Dalam pengertian itu visi adalah wawasan yang berada dalam perspektif FirmanTuhan. Semua orang percaya bisa merumuskan sendiri visinya, tergantung pada ruang yang melingkupinya. Namunketika kita mau menjadi jemaat yang visioner, maka persoalan actual yang ada di sekitar kita harus dicermati. Dalam perspektif FirmanTuhan, manusia adalah makhluk yang paling mulia di antara ciptaanTuhan. Mazmur 8 ayat 6 “Namun Engkau telah membuatny paham persama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat”. Dengan demikian segala bentuk penindasan terhadap manusia, diskriminasi terhadap kelompok-kelompok manusia, pelecehan terhadap sesama manusia, atau perilaku yang tidak memuliakan manusia dan lain-lain adalahbentuk ketidakhormatan terhadap Sang Pencipta. Dan ketidakhormatan terhadap Sang Pencipta adalah pembrontakan kepada-Nya. Itulah visi kita ketika kita mau mengoperasionalisasikannya dalam kehidupan jemaats ecaran yata! (45-nosk).
Gereja yang Kudus dan Am
Kata gereja konon berasal dari bahasaYunani eklesia, yang mempunyai artidipanggilkeluar. Septuagint, versi Yunani Perjanjian Lama Ibrani yang cukup populer pada jaman Kristusmenggunakan kata eklesia untuk menerjemahkan kata Ibrani qahal, yang berarti berhimpun, perkumpulan atau jemaat(I Sam.17: 47; I Raj,8: 14; I Taw.13: 2).
Namun menurut Berkhof, asal-usul istilah Jemaat, sebutan Gereja, Kerk dan Kirche bukanlah diambil dari kata ekklesia, melainkan dari kata kuriake, yang mengandung arti milikAllah. Nama tokuriakon atau hekuriake semuanya menunjuk kepada tempat berkumpulnya Jemaat. Gereja atau jemaat adalah persekutuan orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, atau persekutuan milik Tuhan.
Gereja adalah umat percaya yang mengaku Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Gereja memperoleh otoritasnya dari Kristus, yang menjadi penjelmaan Firman itu. Gereja adalah keluarga Allah, yang diangkat-Nya menjadi anak-anak Tuhan, keanggotaannya yang berdasarkan hidup atas perjanjian yang baru. Gereja adalah Tubuh Kristus, orang-orang yang beriman yang dikepalai Kristus. Pada waktu kedatangan-Nya kelak dalam kemenangan, Ia akan mengambil untuk-Nya sebagai jemaat yang mulia, orang yang setia sepanjang jaman, yang telah ditebus dengan darah-Nya sendiri, yang tidak bercacat cela, melainkan kudus tanpa noda sama sekali.
Dalam Pengakuan Iman Rasuli yang ke 9 tertulis Gereja Kristen itu kudus. Kata kudus bukan berarti bahwa Jemaat Kristen itu tidakberdosa. Jemaat disebut kudus karena jemaat tersebut milik Tuhan Yesus dan dikuduskan oleh-Nya.Jemaat Kristen terdiri dari orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Jemaat di Korintus juga dinyatakan kudus oleh Rasul Paulus, karena terdiri dari orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Kekudusan jemaat di Korintus bukan karena tanpa dosa tetapi karena Kasih Karunia Tuhan terhadap orang Korintus berdasarkan kepercayaannya terhadap Tuhan Yesus.
Jemaat yang kudus bukan hanya jemaat Korintus saja tetapi juga jemaat di Filipi dan jemaat Kristen di semua tempat yaitu jemaat yang terdiri dari persekutuan orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan dikuduskan oleh-Nya. Oleh karena itu jemaat Kristen juga diakui sebagai persekutuan orang kudus, orang-orang yang sudah dikuduskan.
Jemaat kristen yang demikian adalah jemaat yang masih berjuang, karena masih di dunia. Jemaat yang masih berada di atas dunia ini sama halnya dengan pasukan yang terlibat dalam peperangan. Jemaat itu terpanggil ke medan perang untuk melawan kegelapan rohani.
“Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” (Ef.6: 12)
Orang-orang Kristen haruslah mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah agar mereka dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu tetap berdiri. (Ef.6: 13)
“. . . Hal Kerajaan Surga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu lalu pergi.” (Mat.13: 24,25)
Lalang dan gandum tumbuh bersama-sama di ladang itu. Manakala Allah menuntun orang yang bertobat masuk ke dalam jemaat, Setan juga tidak ketinggalan membawa orang yang tidakbertobat. Kedua kelompok ini mempengaruhi seluruh tubuh, yang satu bekerja untuk memurnikan sedangkan yang satu lagi bekerja untuk merusak. Konflik antara mereka yang terdapat dalam jemaat akan berlanjut terus sampai musim menuai, yaitu kedatangan Yesus untuk yang ke dua kali.
Jemaat yang masih berada di dunia itu jemaat yang masih harus berperang dengan segala marabahaya, namun demikian jemaat Kristen tidak sendirian, karena Tuhan Yesus berkenan menjadi Kepalajemaatyang akan membimbing, memerintah dan mengasihi. Sebagai Kepala jemaat kepemimpinan Kristus atas jemaat pada hakekatnya didasarkan atas karya pengantaraan yang dilakukan-Nya. Sejak kemenangan-Nya atas setan di kayu salib, kepada Kristus telah diberikan segala kuasa baik di surga dan di atas bumi. (Mat.28: 18). Allah telah menaruh segala sesuatu dibawah telapak kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. (Ef.1: 22)
“Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.” (I Kor.12: 27). Ayat tersebut merupakan peringatan Tuhan Yesus melalui Rasul Paulus, yang semula ditujukan kepada jemaat Kristen di Korintus. Supaya mereka mengerti bahwa semua warga jemaat itu bersekutu menjadi satu di dalam Tuhan Yesus dan jemaat itu menjadi tubuhKristus. Hal itu perlu diperingatkan kepada jemaat di Korintus karena adanya salah pengertian. Memang semua mengakui ketika jemaat itu menjadi tubuh Kristus dan warga jemaat menjadi anggotanya. Padahal anggota tubuh itu banyak dan satu sama lain berbeda-beda, masing-masing mendapat berkat sendiri-sendiri dari Tuhan. Sehingga ada yang menganggap bahwa berkat dari Tuhan terhadap dirinya lebih tinggi dan berharga daripada yang lain, akhirnya kemudian meremehkan berkat Tuhan terhadap orang lain. Hal itu menimbulkan kesombongan pribadi, yang dapat merusak persekutuan.
“Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.” (I Kor.12: 14) Berkaitan dengan keadaan yang demikian maka Rasul Paulus mengingatkan tentang jemaat yang satu, yaitu tubuh Kristus. Warga jemaat memang ada yang mendapat berkat khusus atau kharisma dari Tuhan, tetapi tidak boleh diagung-agungkan, bahkan harus dipergunakan bersama membangun tubuh supaya baik. Semua bagian dari berkat itu berharga, karena semua berkat itu pasti bermanfaat bagi penerimanya. Oleh karena itu semua warga jemaat perlu menggunakan berkat-berkat itu dengan sebaik-baiknya dan bertanggungjawab untuk membangun persekutuan di dalamTuhan. Untuk itu jemaat perlu menjaga kesinambungan dengan Tuhan Yesus yang menjadi Kepala Jemaat. Tanpa itu maka bagian anggota tubuh itu tidak bisa apa-apa.
Supaya tetap bisa menyatu dengan sesungguhnya makasemua orang harus bersedia membuang kesombongan dan rasa iri hati. Semua warga jemaat agar bisa menjadi saluran berkat buat orang lain dan menerima berkat apa adanya. Semua harus menyadari bahwa orang tidak bisa hidup sendiri, dan membutuhkan warga jemaat yang lain. Oleh karena itu perlu dibangun sikap tolong-menolong, bekerja bersama secara gotong-royong, saling mengasihi agar persekutuan semakin terlihat dan jemaat dapat terbina dengan baik.
“Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan.” (Efesus 2: 14). Firman Tuhan di atas mengingatkan kepada kita tentang karya Tuhan Yesus yang telah mempersatukanorang-orang Kristen, orang-orang yang percaya kepada Dia menjadi satu. Semula hal tersebut untuk memperingatkan kepada jemaat Kristen di Efesus dengan tujuan agar jemaat Kristen di Efesus benar-benar menyatu. Memang saat itu jemaat Kristen di Efesus belum dapat menyatu, masih ada yang membeda-bedakan orang Kristen yang berasal dari Yahudi dan bukan Yahudi. Orang Kristen Yahudi merasa lebih tinggi derajatnya sehingga sudah sepantasnya kalau mendapat keselamatan dari Tuhan Yesus karena sudah menjadi keturunan orang yang terpilih. Akhirnya mereka masih menganggap bahwa tidak pantas bergaul dan menyatu dengan orang yang bukan Yahudi.Mereka menganggap orang yang bukan Yahudi jauh dari keselamatan sementara mereka menganggap dirinya lebih dekat dengan keselamatan. Pemahaman yang demikian tentu saja tidak benar, karena bertentangan dengan kehendak Tuhan Yesus.
“supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yoh. 17: 21). Tuhan Yesus menghendaki semua umat-Nya menjadi satu di dalam Dia. Oleh karena itu Rasul Paulus mengingatkan akan hal itu kepada jemaat Kristen di Efesus. Supaya jemaat di Efesus tidak membeda-bedakan akanasal-usul orang-orang Kristen, apakah Yahudi atau bukan, semua dipanggil menjadi satu di dalam Tuhan Yesus. Di dalam Tuhan Yesus sudah tidak ada lagi orang Yahudi, orang Yunani, budak maupun orang merdeka. Oleh karena itu kita mengakui bahwa Gereja atau Jemaat Kristen itu am. Gereja Kristen yang am artinya tidak lagi dibatasi oleh bangsa, bahasa, warna kulit, negara, kondisi sosial dan ekonomi. Intinya Gereja Kristen itu terbuka untuk siapa saja, asal percaya kepada Tuhan Yesus. Bukankah Gereja/Jemaat Nehemia juga bisa menjadi gereja/jemaat yang kudus dan am? Mari kita bertanya pada diri kita masing-masing seperti lagu “sering kutanya pada diriku.” *dari berbagai sumber. Gunungsindur, Februari ’16. Ode Pamungkas.
Namun menurut Berkhof, asal-usul istilah Jemaat, sebutan Gereja, Kerk dan Kirche bukanlah diambil dari kata ekklesia, melainkan dari kata kuriake, yang mengandung arti milikAllah. Nama tokuriakon atau hekuriake semuanya menunjuk kepada tempat berkumpulnya Jemaat. Gereja atau jemaat adalah persekutuan orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, atau persekutuan milik Tuhan.
Gereja adalah umat percaya yang mengaku Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Gereja memperoleh otoritasnya dari Kristus, yang menjadi penjelmaan Firman itu. Gereja adalah keluarga Allah, yang diangkat-Nya menjadi anak-anak Tuhan, keanggotaannya yang berdasarkan hidup atas perjanjian yang baru. Gereja adalah Tubuh Kristus, orang-orang yang beriman yang dikepalai Kristus. Pada waktu kedatangan-Nya kelak dalam kemenangan, Ia akan mengambil untuk-Nya sebagai jemaat yang mulia, orang yang setia sepanjang jaman, yang telah ditebus dengan darah-Nya sendiri, yang tidak bercacat cela, melainkan kudus tanpa noda sama sekali.
Dalam Pengakuan Iman Rasuli yang ke 9 tertulis Gereja Kristen itu kudus. Kata kudus bukan berarti bahwa Jemaat Kristen itu tidakberdosa. Jemaat disebut kudus karena jemaat tersebut milik Tuhan Yesus dan dikuduskan oleh-Nya.Jemaat Kristen terdiri dari orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Jemaat di Korintus juga dinyatakan kudus oleh Rasul Paulus, karena terdiri dari orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Kekudusan jemaat di Korintus bukan karena tanpa dosa tetapi karena Kasih Karunia Tuhan terhadap orang Korintus berdasarkan kepercayaannya terhadap Tuhan Yesus.
Jemaat yang kudus bukan hanya jemaat Korintus saja tetapi juga jemaat di Filipi dan jemaat Kristen di semua tempat yaitu jemaat yang terdiri dari persekutuan orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan dikuduskan oleh-Nya. Oleh karena itu jemaat Kristen juga diakui sebagai persekutuan orang kudus, orang-orang yang sudah dikuduskan.
Jemaat kristen yang demikian adalah jemaat yang masih berjuang, karena masih di dunia. Jemaat yang masih berada di atas dunia ini sama halnya dengan pasukan yang terlibat dalam peperangan. Jemaat itu terpanggil ke medan perang untuk melawan kegelapan rohani.
“Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” (Ef.6: 12)
Orang-orang Kristen haruslah mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah agar mereka dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu tetap berdiri. (Ef.6: 13)
“. . . Hal Kerajaan Surga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu lalu pergi.” (Mat.13: 24,25)
Lalang dan gandum tumbuh bersama-sama di ladang itu. Manakala Allah menuntun orang yang bertobat masuk ke dalam jemaat, Setan juga tidak ketinggalan membawa orang yang tidakbertobat. Kedua kelompok ini mempengaruhi seluruh tubuh, yang satu bekerja untuk memurnikan sedangkan yang satu lagi bekerja untuk merusak. Konflik antara mereka yang terdapat dalam jemaat akan berlanjut terus sampai musim menuai, yaitu kedatangan Yesus untuk yang ke dua kali.
Jemaat yang masih berada di dunia itu jemaat yang masih harus berperang dengan segala marabahaya, namun demikian jemaat Kristen tidak sendirian, karena Tuhan Yesus berkenan menjadi Kepalajemaatyang akan membimbing, memerintah dan mengasihi. Sebagai Kepala jemaat kepemimpinan Kristus atas jemaat pada hakekatnya didasarkan atas karya pengantaraan yang dilakukan-Nya. Sejak kemenangan-Nya atas setan di kayu salib, kepada Kristus telah diberikan segala kuasa baik di surga dan di atas bumi. (Mat.28: 18). Allah telah menaruh segala sesuatu dibawah telapak kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. (Ef.1: 22)
“Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.” (I Kor.12: 27). Ayat tersebut merupakan peringatan Tuhan Yesus melalui Rasul Paulus, yang semula ditujukan kepada jemaat Kristen di Korintus. Supaya mereka mengerti bahwa semua warga jemaat itu bersekutu menjadi satu di dalam Tuhan Yesus dan jemaat itu menjadi tubuhKristus. Hal itu perlu diperingatkan kepada jemaat di Korintus karena adanya salah pengertian. Memang semua mengakui ketika jemaat itu menjadi tubuh Kristus dan warga jemaat menjadi anggotanya. Padahal anggota tubuh itu banyak dan satu sama lain berbeda-beda, masing-masing mendapat berkat sendiri-sendiri dari Tuhan. Sehingga ada yang menganggap bahwa berkat dari Tuhan terhadap dirinya lebih tinggi dan berharga daripada yang lain, akhirnya kemudian meremehkan berkat Tuhan terhadap orang lain. Hal itu menimbulkan kesombongan pribadi, yang dapat merusak persekutuan.
“Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.” (I Kor.12: 14) Berkaitan dengan keadaan yang demikian maka Rasul Paulus mengingatkan tentang jemaat yang satu, yaitu tubuh Kristus. Warga jemaat memang ada yang mendapat berkat khusus atau kharisma dari Tuhan, tetapi tidak boleh diagung-agungkan, bahkan harus dipergunakan bersama membangun tubuh supaya baik. Semua bagian dari berkat itu berharga, karena semua berkat itu pasti bermanfaat bagi penerimanya. Oleh karena itu semua warga jemaat perlu menggunakan berkat-berkat itu dengan sebaik-baiknya dan bertanggungjawab untuk membangun persekutuan di dalamTuhan. Untuk itu jemaat perlu menjaga kesinambungan dengan Tuhan Yesus yang menjadi Kepala Jemaat. Tanpa itu maka bagian anggota tubuh itu tidak bisa apa-apa.
Supaya tetap bisa menyatu dengan sesungguhnya makasemua orang harus bersedia membuang kesombongan dan rasa iri hati. Semua warga jemaat agar bisa menjadi saluran berkat buat orang lain dan menerima berkat apa adanya. Semua harus menyadari bahwa orang tidak bisa hidup sendiri, dan membutuhkan warga jemaat yang lain. Oleh karena itu perlu dibangun sikap tolong-menolong, bekerja bersama secara gotong-royong, saling mengasihi agar persekutuan semakin terlihat dan jemaat dapat terbina dengan baik.
“Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan.” (Efesus 2: 14). Firman Tuhan di atas mengingatkan kepada kita tentang karya Tuhan Yesus yang telah mempersatukanorang-orang Kristen, orang-orang yang percaya kepada Dia menjadi satu. Semula hal tersebut untuk memperingatkan kepada jemaat Kristen di Efesus dengan tujuan agar jemaat Kristen di Efesus benar-benar menyatu. Memang saat itu jemaat Kristen di Efesus belum dapat menyatu, masih ada yang membeda-bedakan orang Kristen yang berasal dari Yahudi dan bukan Yahudi. Orang Kristen Yahudi merasa lebih tinggi derajatnya sehingga sudah sepantasnya kalau mendapat keselamatan dari Tuhan Yesus karena sudah menjadi keturunan orang yang terpilih. Akhirnya mereka masih menganggap bahwa tidak pantas bergaul dan menyatu dengan orang yang bukan Yahudi.Mereka menganggap orang yang bukan Yahudi jauh dari keselamatan sementara mereka menganggap dirinya lebih dekat dengan keselamatan. Pemahaman yang demikian tentu saja tidak benar, karena bertentangan dengan kehendak Tuhan Yesus.
“supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yoh. 17: 21). Tuhan Yesus menghendaki semua umat-Nya menjadi satu di dalam Dia. Oleh karena itu Rasul Paulus mengingatkan akan hal itu kepada jemaat Kristen di Efesus. Supaya jemaat di Efesus tidak membeda-bedakan akanasal-usul orang-orang Kristen, apakah Yahudi atau bukan, semua dipanggil menjadi satu di dalam Tuhan Yesus. Di dalam Tuhan Yesus sudah tidak ada lagi orang Yahudi, orang Yunani, budak maupun orang merdeka. Oleh karena itu kita mengakui bahwa Gereja atau Jemaat Kristen itu am. Gereja Kristen yang am artinya tidak lagi dibatasi oleh bangsa, bahasa, warna kulit, negara, kondisi sosial dan ekonomi. Intinya Gereja Kristen itu terbuka untuk siapa saja, asal percaya kepada Tuhan Yesus. Bukankah Gereja/Jemaat Nehemia juga bisa menjadi gereja/jemaat yang kudus dan am? Mari kita bertanya pada diri kita masing-masing seperti lagu “sering kutanya pada diriku.” *dari berbagai sumber. Gunungsindur, Februari ’16. Ode Pamungkas.
85 Tahun Sinode GKJ
Pesan Pastoral
Salam sejahtera, Segala puji dan syukur patut kita haturkan kehadirat Tuhan, sebab karena kasih dan kemurahan-Nya semata pada tanggal, 17 Februari 2016 Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) dapat merayakan HUT ke-85. Sebuah perjalanan kehidupan dan kebersamaan yang dapat dikatakan telah cukup panjang dan tentu penuh dengan dinamika.
Persidangan Sinode XXVII pada tgl, 14-15 Oktoberdan 16-20 Nopember 2015 telah mengambil tema“Hidup Bersama dalam Keluarga Allah” (Living together in the house hold of God, bdk. Ef.2: 19-22). Dalam persidangan tersebut juga telah ditetapkan rencana operasional (renop) Sinode XXVII GKJ dan tema pelayanan tahun 2016-2020 yaitu: “Mengembangkan Eklesiologi, Ekumenisme, dan Ekonomi Guna Mewujudkan Jemaat yang Berdaya dan Pemimpin yang Melayani Masyarakat.”
Renop Sinode XXVII GKJ kali ini mencakup 5 (lima) pokok penting yang saling berkaitan, yaitu pengembangan eklesiologi- yang didasarkan pada terang pastoral transformatif, ekumenisme – sebagai bagian dari perwujudan keluarga Allah dengan semua warga jemaat dan umat beragama lain serta seluruh ciptaan, ekonomi - yang mendukung kehidupan warga negara yang bermartabat, yang kesemuanya diarahkan guna membangun jemaat yang berdaya – mampu menjawab persoalan berdasarkan potensi yang ada, dan melahirkan pemimpin jemaat dan masyarakat yang bersemangat melayani – seperti Kristus.
Panitia HUT ke- 85Sinode GKJ memilih tema“Mengembangkan Ekumenisme,”dengan penjelasan:
Ekumenisme dipahami secara luas, yaitu sebagai keyakinan bahwa dunia ini adalah rumah bersama bagi segala umat dan ciptaan. Oleh sebab itu, dibutuhkan kesadaran dan upaya bersama untuk menjaga dan mengembangkan kehidupan bersama bagi generasi sekarang ini dan yang akan datang.
Disadari bahwa dalam beberapa dekade terakhir telah terjadi arus globalisasi yang massif. Arus tersebut telah menghadirkan kemajuan dalam beberapa hal, tetapi juga kemunduran dalam berbagai bidang kehidupan. Pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim di berbagai penjuru dunia telah menimbulkan keresahan dan persoalan yang tidak bisa dianggap sepele. Kemunduran dalam kehidupan sosial antara lain ditandai dengan lahirnya radikalisme keagamaan. Hal tersebut telah menimbulkan persoalan dan keresahan. Untuk itu perlu diwaspadai. Namun arus globalisasi yang deras ternyata juga telah melahirkan pendangkalan gerakan ekumene di Indonesia. Ekumenisme yang dangkal menjadi bentuk lain dari radikalisme keagamaan di lingkungan kekristenan.
Dalam terang pemikiran seperti itu, GKJ dalam rentang waktu kedepan mesti mengembangkan kehidupan ekumenis yang terbuka. Artinya, konsep keluarga Allah harus dikembangkan secara kreatif bersama dengan denominasi dan umat beragama lainnya. Konsep ekumenis - keluarga Allah –mesti mampu menjadi jawaban atas berbagai persoalan kehidupan. GKJ juga menyadari bahwa ada umat beragama lain yang juga memiliki kesadaran dan upaya yang serupa. Oleh sebab itu, berjalan bersama-sama dan bekerja sama menjadi sangat penting demi menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Untuk pada kesempatan ini, Badan Pelaksana Sinode XXVII GKJ menyerukan hal-hal sebagai berikut:
Salam sejahtera, Segala puji dan syukur patut kita haturkan kehadirat Tuhan, sebab karena kasih dan kemurahan-Nya semata pada tanggal, 17 Februari 2016 Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) dapat merayakan HUT ke-85. Sebuah perjalanan kehidupan dan kebersamaan yang dapat dikatakan telah cukup panjang dan tentu penuh dengan dinamika.
Persidangan Sinode XXVII pada tgl, 14-15 Oktoberdan 16-20 Nopember 2015 telah mengambil tema“Hidup Bersama dalam Keluarga Allah” (Living together in the house hold of God, bdk. Ef.2: 19-22). Dalam persidangan tersebut juga telah ditetapkan rencana operasional (renop) Sinode XXVII GKJ dan tema pelayanan tahun 2016-2020 yaitu: “Mengembangkan Eklesiologi, Ekumenisme, dan Ekonomi Guna Mewujudkan Jemaat yang Berdaya dan Pemimpin yang Melayani Masyarakat.”
Renop Sinode XXVII GKJ kali ini mencakup 5 (lima) pokok penting yang saling berkaitan, yaitu pengembangan eklesiologi- yang didasarkan pada terang pastoral transformatif, ekumenisme – sebagai bagian dari perwujudan keluarga Allah dengan semua warga jemaat dan umat beragama lain serta seluruh ciptaan, ekonomi - yang mendukung kehidupan warga negara yang bermartabat, yang kesemuanya diarahkan guna membangun jemaat yang berdaya – mampu menjawab persoalan berdasarkan potensi yang ada, dan melahirkan pemimpin jemaat dan masyarakat yang bersemangat melayani – seperti Kristus.
Panitia HUT ke- 85Sinode GKJ memilih tema“Mengembangkan Ekumenisme,”dengan penjelasan:
Ekumenisme dipahami secara luas, yaitu sebagai keyakinan bahwa dunia ini adalah rumah bersama bagi segala umat dan ciptaan. Oleh sebab itu, dibutuhkan kesadaran dan upaya bersama untuk menjaga dan mengembangkan kehidupan bersama bagi generasi sekarang ini dan yang akan datang.
Disadari bahwa dalam beberapa dekade terakhir telah terjadi arus globalisasi yang massif. Arus tersebut telah menghadirkan kemajuan dalam beberapa hal, tetapi juga kemunduran dalam berbagai bidang kehidupan. Pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim di berbagai penjuru dunia telah menimbulkan keresahan dan persoalan yang tidak bisa dianggap sepele. Kemunduran dalam kehidupan sosial antara lain ditandai dengan lahirnya radikalisme keagamaan. Hal tersebut telah menimbulkan persoalan dan keresahan. Untuk itu perlu diwaspadai. Namun arus globalisasi yang deras ternyata juga telah melahirkan pendangkalan gerakan ekumene di Indonesia. Ekumenisme yang dangkal menjadi bentuk lain dari radikalisme keagamaan di lingkungan kekristenan.
Dalam terang pemikiran seperti itu, GKJ dalam rentang waktu kedepan mesti mengembangkan kehidupan ekumenis yang terbuka. Artinya, konsep keluarga Allah harus dikembangkan secara kreatif bersama dengan denominasi dan umat beragama lainnya. Konsep ekumenis - keluarga Allah –mesti mampu menjadi jawaban atas berbagai persoalan kehidupan. GKJ juga menyadari bahwa ada umat beragama lain yang juga memiliki kesadaran dan upaya yang serupa. Oleh sebab itu, berjalan bersama-sama dan bekerja sama menjadi sangat penting demi menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Untuk pada kesempatan ini, Badan Pelaksana Sinode XXVII GKJ menyerukan hal-hal sebagai berikut:
- GKJ di semua tempat dapat mengembangkan ekumenisme sesuai dengan kemampuan dan konteks masing-masing dengan memperhatikan renop Sinode GKJ.
- GKJ di semua tempat dapat terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan hidup demi keberlangsungan dan kesejahteraan generasi sekarang dan yang akan datang.
- GKJ di semua tempat dapat menjadi sahabat bagi semua umat dan segala ciptaan untuk menghadirkan harmoni kehidupan.
- GKJ di semua tempat dapat menghidupi spiritualitas keugaharian di tengah kemiskinan dan penderitaan banyak orang.
- GKJ di semua tempat memiliki semangat untuk berbagi kehidupan dengan siapa saja yang
membutuhkan.
Wisata Rohani Paduan Suara Bintaro ke Margoyudan, Solo
"Hari Jumat kita kumpul di halaman depan gereja jam 07.30 wib ya", demikian pengumuman yang disampaikan oleh pak Susilo sebelum acara latihan Paduan Suara wilayah Bintaro berakhir. Ya, kami warga jemaat wilayah Bintaro akan melakukan kunjungan wisata rohani ke Solo, tepatnya pada hari Minggu tanggal 8 November 2015, Paduan Suara wilayah Bintaro akan mengisi kebaktian di GKJ Margoyudan. Wisata rohani ini memang direncanakan sejak 2 bulan sebelumnya dalam rangka "Nehemia Sumringah" ke Solo. Jumat 6 November 2015
Suasana di halaman GKJ Nehemia sudah ramai dengan persiapan keberangkatan anggota Paduan Suara wilayah Bintaro sejak jam 7 pagi. Berangkat dari GKJ Nehemia jam 8.30 WIB naik Kopaja AC 20 jurusan Lebak Bulus - Senen, terlambat satu jam dari jadwal. Baru 50 meter keluar gereja sudah "dihadang" oleh supervisor Kopaja di depan terminal Lebak Bulus. Dikiranya supir kopaja akan "nyodok" alias mengambil penumpang karena tidak start dari terminal Lebak Bulus.
Perjalanan dari GKJ Nehemia ke stasiun KA Senen memakan waktu 1.5 jam. Kami tiba di stasiun KA Senen jam 10 pagi. Masih ada waktu 1,5 jam sebelum keberangkatan jam 11.30 WIB. Cuaca saat itu kebetulan cukup panas. Untunglah ada ruang tunggu ber AC di stasiun tersebut sehingga kami semua bisa menunggu di ruang tersebut tanpa kepanasan.
Sewaktu boarding rupanya ada anggota PS bintaro yang belum tiba yaitu bu Joko. Tapi syukurlah dia tiba sebelum kereta berangkat jadi seluruh anggota PS bisa berangkat ke Solo. Jam 11.30 WIB tepat kereta api Bengawan berangkat dari stasiun Senen menuju stasiun Purwosari, Solo. Jam 12 siang tiba waktunya utk makan siang. Rupanya ada beberapa anggota ps bintaro yang membawa makanan berlebih sehingga terjadilah sharing makanan yang mengasyikkan. Jam 14.45 ka tiba di stasiun Cirebon Prujakan. Berhenti 5 menit untuk menaikturunkan penumpang, kemudian melanjutkan perjalanan kembali. Kemudian kereta melanjutkan perjalanan ke Jogja, Klaten dan akhirnya tiba di stasiun Purwosari jam 20.45 WIB. Di stasiun Purwosari sudah ada penjemputan dengan menggunakan bis Korem 074 / Warastratama Solo. Dari stasiun Purwosari kami menuju ke mess Korem di jalan Adisucipto, Manahandimana kami menginap selama di Solo. Sesampainya di mess Korem kami langsung menuju kamar masing-masing. Setelah menaruh barang-barang, kami berkumpul lagi di aula untuk berdoa bersama dan mengucap syukur karena telah melalui perjalanan dari Jakarta menuju Solo dengan selamat. Sambil melepas lelah kami dijamu kopi, teh panas dan serabi Notosuman yang rasanya sangat lezat.
Sabtu 7 November 2015 Sejak jam 5 pagi, aktivitas di mess Korem telah terlihat. Para anggota Paduan Suara wilayah Bintaro sudah melakukan kegiatan pagi seperti berolahraga dan jalan kaki keliling kompleks mess Korem. Ada juga yang hanya duduk-duduk di aula dan berbincang-bincang dan berdiskusi mengenai kegiatan yang akan dilakukan hari ini.Kira-kira jam 07.15 WIB, bapak Danrem 074 / Warastratama Solo Kol. Inf. Toto Nugroho menemui bapak Susilo RS di Mess Korem dan mengundang kami semua untuk mekan malam di Restoran Diamond. Hari ini rombongan anggota PS wilayah Bintaro akan berwisata ke waduk Wonogiri. Setelah melakukan aktivitas pagi dan sarapan, jam 10 tepat kami berangkat menuju waduk Wonogiri. Perjalanan menuju waduk Wonogiri ditempuh dalan waktu kurang lebih satu jam, lancar tidak ada kemacetan. Sesampai disana sekitar jam 11.30 wib. Rombongan berfoto bersama dahulu sebelum akhirnya berpencar menikmati suasana waduk. Berhubung musim kemarau, waduk jauh dari bibir waduk, jadi kami hanya bisa memandang dari kejauhan saja waduknya. Walaupun di pinggiran waduk banyak bersandar perahu-perahu kecil, tidak ada satupun yang berani ke Waduk itu karena agak lumayan jauh sekitar 300 meter dari bibir waduk. Ditambah lagi kondisi cuaca pada saat itu sangat panas sehingga pengunjung lebih memilih untuk mencari tempat berteduh.
Setelah menikmati pemandangan di waduk Wonogiri, kami beristirahat di rest area yang berada di sekitar waduk. Kebetulan di daerah rest area itu ada jg yg jualan Pakaian khas WG, souvenir dan ikan-ikan hasil tangkapan dari waduk WG itu, contohnya: ikan patin, gurame, udang, belut, dan ikan teri. Para anggota PS wilayah Bintaro tidak lupa membeli barang-barang yang dijual di daerah rest area tersebut untuk dibawa ke Jakarta sebagai oleh-oleh. Kebetulan sekali di depan rest area ada tempat Karaoke. Sekalian saja kami "latihan" di tempat karaoke tersebut (hehehe). Ibu Kiki, ibu Idi Widodo dan ibu Prapto berkaraoke, sementara ibu Netty, ibu Joko, ibu Ambar dan ibu Lies Samuel dan pak Susilo berjoget ria. Sebelum kembali ke Solo, kami makan sore dulu di taman parkiran bus dengan nasi kotak ikan kepala kakap yang rupanya sudah disiapkanoleh pak Susilo. Setelah selesai makan kami semua naik ke bus untukkembali ke Solo.
Dalam perjalanan menuju Solo, rupanya pak Susilo mendapat telepon dari Danrem (Komandan Korem) Solo yaitu Kol. Inf. Toto Nugroho yang mengundang kami untuk makan malam. Sampai di Solo sekitar jam lima sore kami langsung ke gereja Margoyudan untuk melakukan gladiresik persiapan PS Bintaro tampil pada hari kebaktian Minggu keesokan harinya. Kebetulan sekali tidak ada satu pun anggota PS wilayah Bintaro yang membawa baju batik. Sehingga untuk menghormati Danrem yang telah mengundang kami makan malam, maka atas arahan pak Susilo, setelah pulang gladiresik dari gereja Margoyudan rombongan mampir ke toko batik untuk membeli baju batik. Sekitar jam tujuh malam kami dijemput bus Korem dan setengah jam perjalanan kami tiba di Hotel Diamond jamuan makan malam bersama Danrem Solo yaitu Kol. Inf. Toto Nugroho. Suasana makan malam saat itu penuh kegembiraan dan kekeluargaan. Beberapa anggota yang ikut dengan Danrem, bahkan Danrem sendiri juga ikut berkaraoke dengan bernyanyi diiriingi oleh organ tunggal.
Selesai dijamu makan malam, kami melanjutkan acara malam dengan menonton wayang orang di Stadion Sriwedari. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 wib ketika kami pulang dari stadion Sriwedari. Rupanya ada kejadian yang menegangkan dimana tiga orang anggota PS wilayah Bintaro yaitu ibu Netty, ibu Ambar dan ibu Joko tidak berada bersama kami. Menurut supir bis yang mengantar kami, ketiga ibu tersebut sudah pulang ke mess terlebih dahulu dengan menggunakan becak. Setelah kami tiba di mess, ketiga ibu tersebut rupanya belum sampai ke mess. Beberapa anggota PS wilayah Bintaro sudah mulai cemas karena waktu saat itu menunjukkan pukul 23.30 wib dan sudah ada rencana untuk melapor ke polisi. Untunglah tidak berapa lama kemudian ketiga ibu tersebut sampai di mess. Rupanya mereka salah memberitahukan tempat yang akan dituju sehingga sempat tersasar. Sungguh suatu pengalaman yang menegangkan.
Minggu 8 November 2015
Aktivitas anggota PS wilayah Bintaro sudah dimulai dari pukul 04.30 WIB. Setelah melakukan persiapan, anggota PS wilayah Bintaro berangkat ke GKJ Margoyudan Minggu ke gereja jam 05.15 WIB. Sesampainya di gereja sekitar jam 05.30 wib, kami sempat latihan sebentar karena kebaktian baru dimulai pukul 06.30 WIB. Kebaktian dimulai jam 06.30 wib dipimpin oleh Pdt. S. P. Waskito Wibowo dari GKI Nusukan (kebetulan bertepatan dengan pertukaran mimbar). Pada kebaktian ini PS GKJ Nehemia Wilayah Bintaro menampilkan 2 buah lagu yaitu "Tak Terkirakan KasihMu" dan "Gusti Kang Nimbali" dan mendapat aplaus dari jemaat yang hadir. Sesaat setelah selesai mengisi lagu, pak Susilo selaku ketua rombongan menyerahkan tanda kasih berupa plakat dan majalah Gembala disaksikan oleh seluruh jemaat.
Setelah kebaktian selesai rupanya majelis GKJ Margoyudan sudah menyiapkan jamuan kasih berupa sarapan pagi nasi timlo dan snack di ruang serba guna yang terletak di belakang gereja. Setelah mendapat jamuan kasih dan berbincang-bincang sejenak, kami kembali ke mess utk persiapan pulang kembali ke Jakarta. Sebelumnya tidak lupa kami berfoto bersama pendeta GKJ Margoyudan yaitu bapak Pdt. Tanto Kristiono.
Pukul 09.15 WIB rombongan PS Bintaro sudah keluar dari mess Korem. Karena jadwal KA masih lama yaitu pukul 14.30 WIB maka rombongan pelesir dulu ke Pasar Gedhe. Disini kita menikmati es dawet ayu Bu Darmi yang sangat terkenal itu. Setelah dari Pasar Gedhe kami melanjutkan pelesir ke Pasar Klewer dan PGS (Pasar Grosir Solo) yang lokasinya kebetulan berdekatan untuk membeli cendera mata. Pkl 12.00 WIB kami menuju ke stasiun Purwosari dan tiba disana pkl 12.30 wib. Di sini kami makan siang dulu sambil menunggu KA Bengawan yang akan mengantar kita pulang kembali ke Jakarta. Pkl 14.20 wib KA Bengawan sudah masuk dari stasiun SoloBalapan. Kami bertolak tepat pkl 14.30 WIB dan tiba di Stasiun Senen Jakarta pukul 23.30 wib. Rupanya bis penjemput kami agak terlambat datang, untung tidak lama. Kami akhirnya tiba di GKJ Nehemia pada pukul 00.30 wib dini hari. Sebelum turun dari bis, pak Susilo selaku pimpinan rombongan memimpin doa dan mengucap syukur atas penyertaan Tuhan selama kami melakukan wisata rohani ke Solo dan tiba kembali di Jakarta dengan selamat.
Sungguh suatu pengalaman yang sangat mengasyikkan, bisa berwisata rohani dan berpartisipasi dalam kebaktian di salah satu GKJ di daerah. Semua anggota PS wilayah Bintaro sangat menikmati acara ini. Bahkan kami sudah merencanakan akan kembali melakukan wisata rohani ke tempat lain. Berwisata sambil bersaksi memuji Tuhan.
Suasana di halaman GKJ Nehemia sudah ramai dengan persiapan keberangkatan anggota Paduan Suara wilayah Bintaro sejak jam 7 pagi. Berangkat dari GKJ Nehemia jam 8.30 WIB naik Kopaja AC 20 jurusan Lebak Bulus - Senen, terlambat satu jam dari jadwal. Baru 50 meter keluar gereja sudah "dihadang" oleh supervisor Kopaja di depan terminal Lebak Bulus. Dikiranya supir kopaja akan "nyodok" alias mengambil penumpang karena tidak start dari terminal Lebak Bulus.
Perjalanan dari GKJ Nehemia ke stasiun KA Senen memakan waktu 1.5 jam. Kami tiba di stasiun KA Senen jam 10 pagi. Masih ada waktu 1,5 jam sebelum keberangkatan jam 11.30 WIB. Cuaca saat itu kebetulan cukup panas. Untunglah ada ruang tunggu ber AC di stasiun tersebut sehingga kami semua bisa menunggu di ruang tersebut tanpa kepanasan.
Sewaktu boarding rupanya ada anggota PS bintaro yang belum tiba yaitu bu Joko. Tapi syukurlah dia tiba sebelum kereta berangkat jadi seluruh anggota PS bisa berangkat ke Solo. Jam 11.30 WIB tepat kereta api Bengawan berangkat dari stasiun Senen menuju stasiun Purwosari, Solo. Jam 12 siang tiba waktunya utk makan siang. Rupanya ada beberapa anggota ps bintaro yang membawa makanan berlebih sehingga terjadilah sharing makanan yang mengasyikkan. Jam 14.45 ka tiba di stasiun Cirebon Prujakan. Berhenti 5 menit untuk menaikturunkan penumpang, kemudian melanjutkan perjalanan kembali. Kemudian kereta melanjutkan perjalanan ke Jogja, Klaten dan akhirnya tiba di stasiun Purwosari jam 20.45 WIB. Di stasiun Purwosari sudah ada penjemputan dengan menggunakan bis Korem 074 / Warastratama Solo. Dari stasiun Purwosari kami menuju ke mess Korem di jalan Adisucipto, Manahandimana kami menginap selama di Solo. Sesampainya di mess Korem kami langsung menuju kamar masing-masing. Setelah menaruh barang-barang, kami berkumpul lagi di aula untuk berdoa bersama dan mengucap syukur karena telah melalui perjalanan dari Jakarta menuju Solo dengan selamat. Sambil melepas lelah kami dijamu kopi, teh panas dan serabi Notosuman yang rasanya sangat lezat.
Sabtu 7 November 2015 Sejak jam 5 pagi, aktivitas di mess Korem telah terlihat. Para anggota Paduan Suara wilayah Bintaro sudah melakukan kegiatan pagi seperti berolahraga dan jalan kaki keliling kompleks mess Korem. Ada juga yang hanya duduk-duduk di aula dan berbincang-bincang dan berdiskusi mengenai kegiatan yang akan dilakukan hari ini.Kira-kira jam 07.15 WIB, bapak Danrem 074 / Warastratama Solo Kol. Inf. Toto Nugroho menemui bapak Susilo RS di Mess Korem dan mengundang kami semua untuk mekan malam di Restoran Diamond. Hari ini rombongan anggota PS wilayah Bintaro akan berwisata ke waduk Wonogiri. Setelah melakukan aktivitas pagi dan sarapan, jam 10 tepat kami berangkat menuju waduk Wonogiri. Perjalanan menuju waduk Wonogiri ditempuh dalan waktu kurang lebih satu jam, lancar tidak ada kemacetan. Sesampai disana sekitar jam 11.30 wib. Rombongan berfoto bersama dahulu sebelum akhirnya berpencar menikmati suasana waduk. Berhubung musim kemarau, waduk jauh dari bibir waduk, jadi kami hanya bisa memandang dari kejauhan saja waduknya. Walaupun di pinggiran waduk banyak bersandar perahu-perahu kecil, tidak ada satupun yang berani ke Waduk itu karena agak lumayan jauh sekitar 300 meter dari bibir waduk. Ditambah lagi kondisi cuaca pada saat itu sangat panas sehingga pengunjung lebih memilih untuk mencari tempat berteduh.
Setelah menikmati pemandangan di waduk Wonogiri, kami beristirahat di rest area yang berada di sekitar waduk. Kebetulan di daerah rest area itu ada jg yg jualan Pakaian khas WG, souvenir dan ikan-ikan hasil tangkapan dari waduk WG itu, contohnya: ikan patin, gurame, udang, belut, dan ikan teri. Para anggota PS wilayah Bintaro tidak lupa membeli barang-barang yang dijual di daerah rest area tersebut untuk dibawa ke Jakarta sebagai oleh-oleh. Kebetulan sekali di depan rest area ada tempat Karaoke. Sekalian saja kami "latihan" di tempat karaoke tersebut (hehehe). Ibu Kiki, ibu Idi Widodo dan ibu Prapto berkaraoke, sementara ibu Netty, ibu Joko, ibu Ambar dan ibu Lies Samuel dan pak Susilo berjoget ria. Sebelum kembali ke Solo, kami makan sore dulu di taman parkiran bus dengan nasi kotak ikan kepala kakap yang rupanya sudah disiapkanoleh pak Susilo. Setelah selesai makan kami semua naik ke bus untukkembali ke Solo.
Dalam perjalanan menuju Solo, rupanya pak Susilo mendapat telepon dari Danrem (Komandan Korem) Solo yaitu Kol. Inf. Toto Nugroho yang mengundang kami untuk makan malam. Sampai di Solo sekitar jam lima sore kami langsung ke gereja Margoyudan untuk melakukan gladiresik persiapan PS Bintaro tampil pada hari kebaktian Minggu keesokan harinya. Kebetulan sekali tidak ada satu pun anggota PS wilayah Bintaro yang membawa baju batik. Sehingga untuk menghormati Danrem yang telah mengundang kami makan malam, maka atas arahan pak Susilo, setelah pulang gladiresik dari gereja Margoyudan rombongan mampir ke toko batik untuk membeli baju batik. Sekitar jam tujuh malam kami dijemput bus Korem dan setengah jam perjalanan kami tiba di Hotel Diamond jamuan makan malam bersama Danrem Solo yaitu Kol. Inf. Toto Nugroho. Suasana makan malam saat itu penuh kegembiraan dan kekeluargaan. Beberapa anggota yang ikut dengan Danrem, bahkan Danrem sendiri juga ikut berkaraoke dengan bernyanyi diiriingi oleh organ tunggal.
Selesai dijamu makan malam, kami melanjutkan acara malam dengan menonton wayang orang di Stadion Sriwedari. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 wib ketika kami pulang dari stadion Sriwedari. Rupanya ada kejadian yang menegangkan dimana tiga orang anggota PS wilayah Bintaro yaitu ibu Netty, ibu Ambar dan ibu Joko tidak berada bersama kami. Menurut supir bis yang mengantar kami, ketiga ibu tersebut sudah pulang ke mess terlebih dahulu dengan menggunakan becak. Setelah kami tiba di mess, ketiga ibu tersebut rupanya belum sampai ke mess. Beberapa anggota PS wilayah Bintaro sudah mulai cemas karena waktu saat itu menunjukkan pukul 23.30 wib dan sudah ada rencana untuk melapor ke polisi. Untunglah tidak berapa lama kemudian ketiga ibu tersebut sampai di mess. Rupanya mereka salah memberitahukan tempat yang akan dituju sehingga sempat tersasar. Sungguh suatu pengalaman yang menegangkan.
Minggu 8 November 2015
Aktivitas anggota PS wilayah Bintaro sudah dimulai dari pukul 04.30 WIB. Setelah melakukan persiapan, anggota PS wilayah Bintaro berangkat ke GKJ Margoyudan Minggu ke gereja jam 05.15 WIB. Sesampainya di gereja sekitar jam 05.30 wib, kami sempat latihan sebentar karena kebaktian baru dimulai pukul 06.30 WIB. Kebaktian dimulai jam 06.30 wib dipimpin oleh Pdt. S. P. Waskito Wibowo dari GKI Nusukan (kebetulan bertepatan dengan pertukaran mimbar). Pada kebaktian ini PS GKJ Nehemia Wilayah Bintaro menampilkan 2 buah lagu yaitu "Tak Terkirakan KasihMu" dan "Gusti Kang Nimbali" dan mendapat aplaus dari jemaat yang hadir. Sesaat setelah selesai mengisi lagu, pak Susilo selaku ketua rombongan menyerahkan tanda kasih berupa plakat dan majalah Gembala disaksikan oleh seluruh jemaat.
Setelah kebaktian selesai rupanya majelis GKJ Margoyudan sudah menyiapkan jamuan kasih berupa sarapan pagi nasi timlo dan snack di ruang serba guna yang terletak di belakang gereja. Setelah mendapat jamuan kasih dan berbincang-bincang sejenak, kami kembali ke mess utk persiapan pulang kembali ke Jakarta. Sebelumnya tidak lupa kami berfoto bersama pendeta GKJ Margoyudan yaitu bapak Pdt. Tanto Kristiono.
Pukul 09.15 WIB rombongan PS Bintaro sudah keluar dari mess Korem. Karena jadwal KA masih lama yaitu pukul 14.30 WIB maka rombongan pelesir dulu ke Pasar Gedhe. Disini kita menikmati es dawet ayu Bu Darmi yang sangat terkenal itu. Setelah dari Pasar Gedhe kami melanjutkan pelesir ke Pasar Klewer dan PGS (Pasar Grosir Solo) yang lokasinya kebetulan berdekatan untuk membeli cendera mata. Pkl 12.00 WIB kami menuju ke stasiun Purwosari dan tiba disana pkl 12.30 wib. Di sini kami makan siang dulu sambil menunggu KA Bengawan yang akan mengantar kita pulang kembali ke Jakarta. Pkl 14.20 wib KA Bengawan sudah masuk dari stasiun SoloBalapan. Kami bertolak tepat pkl 14.30 WIB dan tiba di Stasiun Senen Jakarta pukul 23.30 wib. Rupanya bis penjemput kami agak terlambat datang, untung tidak lama. Kami akhirnya tiba di GKJ Nehemia pada pukul 00.30 wib dini hari. Sebelum turun dari bis, pak Susilo selaku pimpinan rombongan memimpin doa dan mengucap syukur atas penyertaan Tuhan selama kami melakukan wisata rohani ke Solo dan tiba kembali di Jakarta dengan selamat.
Sungguh suatu pengalaman yang sangat mengasyikkan, bisa berwisata rohani dan berpartisipasi dalam kebaktian di salah satu GKJ di daerah. Semua anggota PS wilayah Bintaro sangat menikmati acara ini. Bahkan kami sudah merencanakan akan kembali melakukan wisata rohani ke tempat lain. Berwisata sambil bersaksi memuji Tuhan.
Ibadah Syukur Awal Tahun Komisi Wanita
Bertepatan dengan libur panjang akhir pekan dan Imlek yakni 8 Februari 2016 dimana jemaat lain bersukacita liburan panjang ke luar kota, Komisi Wanita dengan PeDe nya malah mengadakan acara IBADAH SYUKUR AWAL TAHUN 2016. Bertempat di GSG lantai 2 Panitia pelaksana mulai sibuk mempersiapkan sejak hari Minggu, 7 Februari 2016. Sebagian ibu-ibu Panitia tidak pulang setelah ibadah minggu, tetapi lanjut ke GSG lantai 2. Dengan bantuan para koster akhirnya ruangan GSG lantai 2 nampak meriah dihiasi spanduk cantik dengan design Imlek, tidak ketinggalan lampion dan pohon angpao. Menambah aura lantai 2 menjadi daya tarik yang mendatangkan sukacita. Nuansa merah dan pink menambah semarak pelaksanaan Ibadah Syukur ini.
Tiba di hari Senin, 8 Februari 2016 bertepatan dengan libur Imlek, ibu-ibu yang akhirnya juga mengajak bapak-bapaknya mulai berdatangan sejak jam 06.30 pagi. Pagi ini GSG lantai 2 menjadi semarak dan riuh, karena 11 stand sudah tersusun rapi untuk 11 wilayah pelayanan di GKJ Nehemia menata sedemikian rupa hidangan SOTO yang akan dilombakan pada acara ini. Ada 11 jenis Soto yakni Soto Ayam, Soto Daging, Soto Sulung, Soto Solo, Soto Mie, Soto Banjar, Soto Padang, Soto Bogor, Soto Kudus, Soto Bandung, dan Soto Madura. Pukul 08.00 tepat semua wilayah sudah siap dan rapi dengan masakan masing-masing dan hiasan yang sangat menarik. Ibu-ibu paling kreatif untuk mendandani makanan.
Dewan Juri juga sudah siap dan semangat mencicipi 11 jenis Soto... bisa dibayangkan ya ... Juri kali ini sengaja tidak mengundang dari luar, namun memberi kehormatan kepada 3 Pendeta kita. Pagi itu sengaja ibu Lis, ibu Pretty, dan ibu Kunthi tidak mengijinkan para suaminya sarapan di rumah, karena harus menyiapkan diri untuk menampung 11 jenis soto. Beliau-beliau lah yang menjadi juri dari lomba masakan Soto ini. Pdt. Samuel, Pdt. Lusindo dan Pdt Agus.
Tepat pukul 09.00 ibadah syukur dimulai, biarkan para Juri menyelesaikan tugasnya menilai lomba masakan Soto. Ibadah dibuat mengalir dengan liturgos ibu Nuning Nilo. Didukung oleh 11 wilayah yang menyiapkan VG dengan lagu-lagu ucapan syukur, menambah ibadah syukur kali ini benar-benar semarak dan penuh sukacita. Firman Tuhan pada ibadah kali ini juga tidak dalam bentuk Kotbah oleh seorang Pendeta, tetapi disampaikan dalam bentuk Visualisasi oleh Kelompok Punakawati (Punokawan tapi ibu-ibu) dan diberi "Closing Speech' atau intisari dari tema oleh ibu Oemi Soetarman.
Memang sebenarnya apa sih tema ibadah syukur kali ini?? Komisi Wanita memulai program kerja tahun 2016 dengan tekad yang terangkum dalam tema besar "S O T O" yang merupakan kepanjangan dari "Setia Optimis Terampil melayani semua Orang" terambil dari kitab TITUS 2 : 5 SETIA artinya para wanita dalam pelayanannya harus setia pada Tuhan Yesus yang dimulai dengan setia pada pasangan dan keluarga, taat menjaga amanat agung dari Tuhan sebagai ibu dan istri. OPTIMIS, dalam pelayanan para wanita tentu tidak ringan ujian-ujian yang harus dihadapi, bahkan kemajuan jaman dan teknologi saat ini menjadi tantangan berat bagi para wanita, tetapi para wanita harus tetap optimis, yakin bahwa Tuhan Yesus akan memampukan para wanita menghadapi ujian-ujian tersebut tentu dengan berkomunikasi intim dengan Tuhan Yesus. TERAMPIL melayani semua ORANG dimana sebagai wanita kita juga diharapkan bisa berperan sebagai teman, ibu, istri, atasan, atau bawahan. Dengan hati tulus dan penuh kasih di harapkan wanita GKJ Nehemia mau menolong orang-orang disekitarnya tanpa membedakan status, agama, apalagi suku. Menolong, melayani, mengasihi setiap orang yang dijumpai yang memerlukan ketulusan hati kita, tangan kita, dan pikiran kita. Hingga akhirnya wanita Nehemia diharapkan dapat seperti Firman Tuhan dalam Titus 2: 5 "Hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang".
Pada akhir acara setelah ibadah, saatnya ramah tamah. Didahului sambutan-sambutan dan serah terima kepengurusan dari kepengurusan tahun 2015 dibawah kepemimpinan ibu Atiek David kepada kepengurusan baru tahun 2016 dibawah kepemimpinan ibu Krisna Pareti Tobing. Sebelum acara perjamuan kasih makan SOTO, terlebih dahulu juri yang diwakili bapak Agus Hendratmo mengumumkan juara masakan soto "terenak" karena semua enak. Dari rasa, kreatifitas dan kelengkapannya terpilih 3 soto terenak yakni Terenak 1: SOTO AYAM bening hasil masakan ibu-ibu wilayah Tebet, Terenak 2: SOTO BANJAR hasil masakan ibu-ibu wilayah Permata Hijau dan Terenak 3 : SOTO PADANG hasil masakan ibu-ibu wilayah Bintaro. Sementara pendukung ibadah yakni Vocal Group juga dipilih 3 terfavorit. Hasil poling dari jemaat yang memenuhi 3 enak yakni "enak dilihat (penampilannya), enak didengar (suaranya) dan enak dihati (bukan karena dari wilayahnya tapi karena memang enak dilihat dan enak didengar jadi dipilih)" . Terfavorit 1 adalah VG ibu-ibu wilayah Ciputat, Terfavorit 2: VG ibu-ibu wilayah Pangkalan Jati dan Terfavorit 3 adalah VG ibu-ibu wilayah Bintaro. Selesai pengumuman dan penyerahan tanda kasih untuk para pemenang dan juga pendukung Komisi Wanita, para Pendeta dan juga bapak Ketua Majelis, acara makan siang dimulai diawali dengan doa oleh ketua panitia yakni ibu Lis Samuel. Selamat makan SOTO, Selamat menjadi Pelaku SOTO untuk kaum Wanita GKJ Nehemia. Bravo...
Tiba di hari Senin, 8 Februari 2016 bertepatan dengan libur Imlek, ibu-ibu yang akhirnya juga mengajak bapak-bapaknya mulai berdatangan sejak jam 06.30 pagi. Pagi ini GSG lantai 2 menjadi semarak dan riuh, karena 11 stand sudah tersusun rapi untuk 11 wilayah pelayanan di GKJ Nehemia menata sedemikian rupa hidangan SOTO yang akan dilombakan pada acara ini. Ada 11 jenis Soto yakni Soto Ayam, Soto Daging, Soto Sulung, Soto Solo, Soto Mie, Soto Banjar, Soto Padang, Soto Bogor, Soto Kudus, Soto Bandung, dan Soto Madura. Pukul 08.00 tepat semua wilayah sudah siap dan rapi dengan masakan masing-masing dan hiasan yang sangat menarik. Ibu-ibu paling kreatif untuk mendandani makanan.
Dewan Juri juga sudah siap dan semangat mencicipi 11 jenis Soto... bisa dibayangkan ya ... Juri kali ini sengaja tidak mengundang dari luar, namun memberi kehormatan kepada 3 Pendeta kita. Pagi itu sengaja ibu Lis, ibu Pretty, dan ibu Kunthi tidak mengijinkan para suaminya sarapan di rumah, karena harus menyiapkan diri untuk menampung 11 jenis soto. Beliau-beliau lah yang menjadi juri dari lomba masakan Soto ini. Pdt. Samuel, Pdt. Lusindo dan Pdt Agus.
Tepat pukul 09.00 ibadah syukur dimulai, biarkan para Juri menyelesaikan tugasnya menilai lomba masakan Soto. Ibadah dibuat mengalir dengan liturgos ibu Nuning Nilo. Didukung oleh 11 wilayah yang menyiapkan VG dengan lagu-lagu ucapan syukur, menambah ibadah syukur kali ini benar-benar semarak dan penuh sukacita. Firman Tuhan pada ibadah kali ini juga tidak dalam bentuk Kotbah oleh seorang Pendeta, tetapi disampaikan dalam bentuk Visualisasi oleh Kelompok Punakawati (Punokawan tapi ibu-ibu) dan diberi "Closing Speech' atau intisari dari tema oleh ibu Oemi Soetarman.
Memang sebenarnya apa sih tema ibadah syukur kali ini?? Komisi Wanita memulai program kerja tahun 2016 dengan tekad yang terangkum dalam tema besar "S O T O" yang merupakan kepanjangan dari "Setia Optimis Terampil melayani semua Orang" terambil dari kitab TITUS 2 : 5 SETIA artinya para wanita dalam pelayanannya harus setia pada Tuhan Yesus yang dimulai dengan setia pada pasangan dan keluarga, taat menjaga amanat agung dari Tuhan sebagai ibu dan istri. OPTIMIS, dalam pelayanan para wanita tentu tidak ringan ujian-ujian yang harus dihadapi, bahkan kemajuan jaman dan teknologi saat ini menjadi tantangan berat bagi para wanita, tetapi para wanita harus tetap optimis, yakin bahwa Tuhan Yesus akan memampukan para wanita menghadapi ujian-ujian tersebut tentu dengan berkomunikasi intim dengan Tuhan Yesus. TERAMPIL melayani semua ORANG dimana sebagai wanita kita juga diharapkan bisa berperan sebagai teman, ibu, istri, atasan, atau bawahan. Dengan hati tulus dan penuh kasih di harapkan wanita GKJ Nehemia mau menolong orang-orang disekitarnya tanpa membedakan status, agama, apalagi suku. Menolong, melayani, mengasihi setiap orang yang dijumpai yang memerlukan ketulusan hati kita, tangan kita, dan pikiran kita. Hingga akhirnya wanita Nehemia diharapkan dapat seperti Firman Tuhan dalam Titus 2: 5 "Hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang".
Pada akhir acara setelah ibadah, saatnya ramah tamah. Didahului sambutan-sambutan dan serah terima kepengurusan dari kepengurusan tahun 2015 dibawah kepemimpinan ibu Atiek David kepada kepengurusan baru tahun 2016 dibawah kepemimpinan ibu Krisna Pareti Tobing. Sebelum acara perjamuan kasih makan SOTO, terlebih dahulu juri yang diwakili bapak Agus Hendratmo mengumumkan juara masakan soto "terenak" karena semua enak. Dari rasa, kreatifitas dan kelengkapannya terpilih 3 soto terenak yakni Terenak 1: SOTO AYAM bening hasil masakan ibu-ibu wilayah Tebet, Terenak 2: SOTO BANJAR hasil masakan ibu-ibu wilayah Permata Hijau dan Terenak 3 : SOTO PADANG hasil masakan ibu-ibu wilayah Bintaro. Sementara pendukung ibadah yakni Vocal Group juga dipilih 3 terfavorit. Hasil poling dari jemaat yang memenuhi 3 enak yakni "enak dilihat (penampilannya), enak didengar (suaranya) dan enak dihati (bukan karena dari wilayahnya tapi karena memang enak dilihat dan enak didengar jadi dipilih)" . Terfavorit 1 adalah VG ibu-ibu wilayah Ciputat, Terfavorit 2: VG ibu-ibu wilayah Pangkalan Jati dan Terfavorit 3 adalah VG ibu-ibu wilayah Bintaro. Selesai pengumuman dan penyerahan tanda kasih untuk para pemenang dan juga pendukung Komisi Wanita, para Pendeta dan juga bapak Ketua Majelis, acara makan siang dimulai diawali dengan doa oleh ketua panitia yakni ibu Lis Samuel. Selamat makan SOTO, Selamat menjadi Pelaku SOTO untuk kaum Wanita GKJ Nehemia. Bravo...
Bahasa Jawa: Salah Kaprah
Salah kaprah dalam KasusastranJawa disebut Rura Basa, yang berasal dari kata rurah yang artinya rusak. Rura basa artinya Bahasa yang rusak, karena tidak masuk akal. Meski demikian kalau diluruskan justru menjadi tidak umum. Lebih sederhananya, pengertian Rura Basa diartikan sebagai rangkaian kata yang salah tetapi sudah biasa/umum, yang juga disebut salah kaprah.
Contoh: Seharusnya:
adang sega - adang beras supaya dadi sega (menanak beras agar menjadi nasi)
kelan lodheh - nggodhog janganan supaya dadi lodheh (merebus sayuran agar menjadi sayur lodeh)
masakbubur - masak beras digawe bubur (menanak beras dibuat bubur)
mbathikiket - mbathik mori supaya dadi iket (membatik kain supaya menjadi ikat kepala)
mbunteltempe - mbunteli kedhele dicampur ragi supaya dadi tempe (membungkus kedelai dicampur ragi supaya menjadi tempe)
menekjambu - menek wit jambu (memanjat pohon jambu)
menekkrambil - menek wit krambil (memanjat pohon kelapa)
mikul banyu - mikul blek isi banyu (memikul kaleng berisi air)
mikuldhawet - mikul klenthing isi dhawet (memikul tembikar berisi cendol)
mikulsuket - mikul kranjang isisuket (memikul keranjang berisi rumput)
ndheplokgethuk - ndheplok pohung supaya dadi gethuk (menumbuk singkong supaya menjadi getuk)
ndheplok jamu - ndheplok empon-empon kanggo gawe jamu (menumbuk ramuan untuk membuat jamu)
ndheplok rujak - ndheplok maneka woh-wohan digawe rujak (menumbuk bermacam buah dibuat rujak)
ndhudhuksumur - ndhudhuklemah digawesumur (menggali tanah dibuat sumur)
ndondomikathok - ndondomi kain supaya dadi kathok (menjahit kain supaya menjadi celana)
negorgedhang - negor wit gedhang (menebang pohon pisang)
nenunsarung - nenun bolah supaya dadi sarung (menenun benang supaya menjadi kain sarung)
neteljadah - netel ketan sing wis di dang supaya dadi jadah (menumbuk ketan yang sudah dikukus supaya menjadi juadah)
ngekumlandha - ngekum arengemerang supaya dadi landha (merendam arang tangkai padi supaya menjadi landha untuk keramas)
ngenamklasa - ngenam pandhan supaya dadi klasa (menganyam daun pandan supaya menjadi tikar)
ngenam kepang - ngenam iratanpring supaya dadi kepang (menganyam sayatan bambu supaya menjadi kepang, semacam tikar dari bambu)
nggendhong beras - nggendhong senik isi beras (menggendong bakul isi beras)
ngglindhingibakso - ngglindhingi dagingcacah digawe bakso (membuat bulatan daging cincang untuk dibuat bakso)
nggodhogwedang - nggodhog banyu kanggo gawewedang (merebus air untuk membuat air minum)
nglintingrokok - nglinting klobot diisi mbako supaya dadi rokok (melinting daun jagung diisi tembakau supaya menjadi rokok)
ngulegsambel - nguleglombok, uyah lan trasi supaya dadi sambel (menumbuk cabe, garam dan terasi supaya menjadi sambal) nulis layang - nulisi dluwang supaya dadi layang (menulisi kertas supaya menjadi surat)
nunggu manuk - nunggu sawah supaya parine ora dipangan manuk (menunggu sawah agar padinya tidak dimakan burung)
nyundukisate - nyunduki daging digawe sate (menusuki daging untuk dibuat sate)
Sesungguhnya orang Jawa memang kreatif dalam merangkai dan menyederhanakan kata.
Andaikata tidak diucapkan secara salahkaprah, betapa sulitnya untuk menyuruh sesuatu misalnya menyuruh orang nunggumanuk (menunggu burung).
“ Tulung nungguwa sawah supaya parine ora dipangan manuk!” (Tolong sawahnya ditunggu supaya padinya tidak dimakan burung).
Tentu lebih mudah dengan menyuruh: “Tunggunen manuke!” (Tungguin burungnya).
Dengan demikian meski tidak lumrahdan dari segi Tata Bahasa salah, tetapi lebih mudah dalam berkomunikasi. *dari berbagai sumber.
Contoh: Seharusnya:
adang sega - adang beras supaya dadi sega (menanak beras agar menjadi nasi)
kelan lodheh - nggodhog janganan supaya dadi lodheh (merebus sayuran agar menjadi sayur lodeh)
masakbubur - masak beras digawe bubur (menanak beras dibuat bubur)
mbathikiket - mbathik mori supaya dadi iket (membatik kain supaya menjadi ikat kepala)
mbunteltempe - mbunteli kedhele dicampur ragi supaya dadi tempe (membungkus kedelai dicampur ragi supaya menjadi tempe)
menekjambu - menek wit jambu (memanjat pohon jambu)
menekkrambil - menek wit krambil (memanjat pohon kelapa)
mikul banyu - mikul blek isi banyu (memikul kaleng berisi air)
mikuldhawet - mikul klenthing isi dhawet (memikul tembikar berisi cendol)
mikulsuket - mikul kranjang isisuket (memikul keranjang berisi rumput)
ndheplokgethuk - ndheplok pohung supaya dadi gethuk (menumbuk singkong supaya menjadi getuk)
ndheplok jamu - ndheplok empon-empon kanggo gawe jamu (menumbuk ramuan untuk membuat jamu)
ndheplok rujak - ndheplok maneka woh-wohan digawe rujak (menumbuk bermacam buah dibuat rujak)
ndhudhuksumur - ndhudhuklemah digawesumur (menggali tanah dibuat sumur)
ndondomikathok - ndondomi kain supaya dadi kathok (menjahit kain supaya menjadi celana)
negorgedhang - negor wit gedhang (menebang pohon pisang)
nenunsarung - nenun bolah supaya dadi sarung (menenun benang supaya menjadi kain sarung)
neteljadah - netel ketan sing wis di dang supaya dadi jadah (menumbuk ketan yang sudah dikukus supaya menjadi juadah)
ngekumlandha - ngekum arengemerang supaya dadi landha (merendam arang tangkai padi supaya menjadi landha untuk keramas)
ngenamklasa - ngenam pandhan supaya dadi klasa (menganyam daun pandan supaya menjadi tikar)
ngenam kepang - ngenam iratanpring supaya dadi kepang (menganyam sayatan bambu supaya menjadi kepang, semacam tikar dari bambu)
nggendhong beras - nggendhong senik isi beras (menggendong bakul isi beras)
ngglindhingibakso - ngglindhingi dagingcacah digawe bakso (membuat bulatan daging cincang untuk dibuat bakso)
nggodhogwedang - nggodhog banyu kanggo gawewedang (merebus air untuk membuat air minum)
nglintingrokok - nglinting klobot diisi mbako supaya dadi rokok (melinting daun jagung diisi tembakau supaya menjadi rokok)
ngulegsambel - nguleglombok, uyah lan trasi supaya dadi sambel (menumbuk cabe, garam dan terasi supaya menjadi sambal) nulis layang - nulisi dluwang supaya dadi layang (menulisi kertas supaya menjadi surat)
nunggu manuk - nunggu sawah supaya parine ora dipangan manuk (menunggu sawah agar padinya tidak dimakan burung)
nyundukisate - nyunduki daging digawe sate (menusuki daging untuk dibuat sate)
Sesungguhnya orang Jawa memang kreatif dalam merangkai dan menyederhanakan kata.
Andaikata tidak diucapkan secara salahkaprah, betapa sulitnya untuk menyuruh sesuatu misalnya menyuruh orang nunggumanuk (menunggu burung).
“ Tulung nungguwa sawah supaya parine ora dipangan manuk!” (Tolong sawahnya ditunggu supaya padinya tidak dimakan burung).
Tentu lebih mudah dengan menyuruh: “Tunggunen manuke!” (Tungguin burungnya).
Dengan demikian meski tidak lumrahdan dari segi Tata Bahasa salah, tetapi lebih mudah dalam berkomunikasi. *dari berbagai sumber.
Gembala Punya Cerita: Menantu Disabet
Di negara Ngalengka sedang terjadi kegaduhan karena banyak orang berkerumun di sudut-sudut jalan, pasar dan pusat perbelanjaan. Rupanya mereka sedang melihat spanduk dan poster bergambar putricantik seperti poster menjelang Pemilihan Legislatif (pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (pilkada). Putri cantik yang terpampang dalam poster tersebut adalah SekarKedhaton kerajaan Ngalengka bernama DewiSukesi, bukan Sukaesih. Putri cantik jelita nan menawan ini adalah putri PrabuSumali raja Ngalengka. Bunyi sayembara dalam poster tersebut adalah Barang siapa bisa mengalahkan Jambumangli berhak mempersunting Dewi Sukesi. Meski sang raja sendiri sebenarnya agak kurang setuju putrinya dicarikan jodoh dengan carasayembara ini. Namun karena desakan keponakannya sendiri raksasa gagah perkasa yang badannya besar banget lagi sakti bernama Jambumangli, bukan Jambumonyetapa boleh buat. Berdatanganlah para ksatria dan putra raja dari negeri tetangga bahkan dari tanah seberang untuk mengikuti sayembara. Mereka memenuhi losmen dan homestay di kotaraja Ngalengka, bahkan ada yang membawa sendiri tenda mewah lengkap dengan kasur dan bantal gulingnya sambil menunggu hari pelaksanaan tiba.
Adanya sayembara tersebut terdengar pula oleh PrabuDanapati raja di negeriLokapalayang sudah hampir kepala empatnamun belum juga punya permaisuri. Segera diperintahnya PatihBanendra untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka mengikuti sayembara tersebut. Ketika kereta kerajaan sudah siap diberangkatkan tiba-tiba datanglah ResiWisrawa mantan raja Lokapala yang juga ayahanda Prabu Danapati. Ketika Danapati menginjak usia dewasa Resi Wisrawa menyerahkan tampuk kekuasaan kepada putranya kemudian meninggalkan keramaian dan mengasingkan diri menjadi pertapa di Giribelah daerah Giritontro. Resi Wisrawa yang kini menjadi pertapa itu adalah orang yang sangat sakti sehingga mumpuni dalam ilmu agal dan alus, dia tahu kemana Prabu Danapati hendak pergi. Menurut Resi Wisrawa, daripada nanti terjadi pertumpahan darah yang sia-sia, beliau bersedia melamarkan Dewi Sukesi untuk Prabu Danapati karena kebetulan Prabu Sumali di Ngalengka adalah teman seperguruan.Prabu Danapati pun mengiyakan saja, dia pikir daripada repot-repot dengan segala tetek-bengeknya ikut sayembara mendingan nunggu dengan santainya di keraton saja, tahu-tahu Dewi Sukesi lantas jatuh tapi pelan, dipangkuannya. Sang Resi segera berangkat menuju Ngalengka dengan menggunakan aji sepiangin sehingga dalam waktu sekejap sudah sampai di keraton Ngalengka. Kebetulan Prabu Sumali sore itu sedang santai minum kopi sambil mendengarkan suara burung perkutut yang sudah kung.Betapa gembiranya pertemuan kedua sahabat yang sudah lama tak jumpa sehingga mereka saling berpelukan sambil cipika-cipiki, cium pipi kanan dan pipi kiri. Setelah berbasa dan berbasi sejenak maka Resi Wisrawa mengutarakan bahwa kedatangannya ke negeri Ngalengka untuk melamar Dewi Sukesi sebagai calon permaisuri anaknya, Prabu Danapati raja di Lokapala. Prabu Sumali setuju sekali besanan dengan Resi Wisrawa apalagi calon menantunya itu seorang raja, maka sayembara dibatalkan dengan alasan Jambumangli lagi kumat asam uratnya sehingga tidak bisa berjalan apalagi untuk bertanding. Gunamengobati kekecewaan para peserta sayembara maka seluruh biaya penginapan maupun makan minum selama menunggu sayembara dilaksanakan ditanggung oleh pemerintah negeri Ngalengka, dengan bonus masing-masing mendapat oleh-oleh sekeranjang besar durian montong karena lagi panen di Ngalengka.
Karena sayembara dibatalkan maka Dewi Sukesi membuat ultimatum, baru mau menikah kalau ada lelaki yang bisa membeberkan ilmu SastrajendraHayuningrat. Mendengar pernyataan itu Resi Wisrawa tersenyum kecil, karena dia sangat menguasai ilmu itu bahkan hafal di luar kepala. Maka sesuai kesepakatan dicarilah tempat yang paling aman karena pembeberan ilmu ini tidak boleh didengar orang lain. Kemudian dipilihlah tempat di bawah pohon beringin putih yang rindang di tengah TamanArgasoka dengan menggelar tikar. Sebenarnya Dewi Sukesi kurang sreg melihat Resi Wisrawa karena orangnya sudah top alias tua, ompong, peyot,kelihatan loyo lagi. Rasanya kok ngeri kalausampai jadi isterinya, tapi dia sudah terlanjur membuat pernyataan dengan harapan yang datang Pangeran muda.Sang Resi yang mahasakti tahu apa yang dipikirkan Dewi Sukesi dan segera berujar.
“Nini Dewi, saya memenuhi permintaanmu untuk membeberkan ilmu Sastrajendra Hayuningrat ini bukan untuk aku sendiri wong aku sudah buyuten begini, tetapi untuk anak saya Prabu Danapati raja Lokapala,”kata Resi Wisrawa setengah groyok. Bukan main sukahati Dewi Sukesi dan berbinar-binar matanya mendengar hal itu karena dia akan menjadi seorang permaisuri raja.Maka acara pembeberan atau wejangan tentang ilmu Sastrajendra Hayuningrat segera di mulai. Selama wejangan itu berlangsung Dewi Sukesi menundukkan kepala, mata terpejam namun telinga terbuka lebar sehingga apa yang disampaikan oleh Resi Wisrawa dapat diterima dengan baik dan benar. Wejangan ini dimulai tepat tengah malam ketika bulan purnama penuh dan baru selesai saat ayam jantan mulai berkokok.
Suasana saat itu teduh sunyi, damai tenang di tengah Taman Argasoka, hanya suara Resi Wisrawa setengah berbisisk yang terdengar. Namun tidak demikian dengan suasana di Kayangan tempat para Dewa bermukim yang membuat gerah Batara Guru bos nya para Dewa. Batara Guru menjadi uring-uringan dan marah besar kepada Resi Wisrawa karena sudah melanggar kode etik, berdasarkan Undang-undang Kedewataan. Sesungguhnya ilmu Sastrajendra Hayuningrat tidak boleh dibeberkan kepada sembarang orang apalagi untuk memperoleh calon isteri, itu merupakan pelanggaranberat seperti peristiwa papa minta saham. Apalagi Dewi Sukesi sudah bernazar barang siapa yang bisa membeberkan ilmu itu akan menjadi suaminya, dan itu harus dilaksanakan karena sudah terlanjur didengar oleh para Dewa di Kayangan. Maka Batara Guru segera turun ke Taman Argasoka menggandeng DewiUma isterinya. Tanpa diketahui oleh mereka Batara Guru masuk kedalam tubuh Resi Wisrawa dan Dewi Uma masuk ke tubuh Dewi Sukesi. Sudah bisa didugaapa yang akan terjadi, karena tanpa disadari keduanya segera larut dalam gelombang lautan asmara. Keduanya menjadi lupa daratan dan lautan karena yang ada hanya luapan birahi. Setelah Batara Guru dan Dewi Uma keluar meninggalkan tubuh Resi Wisrawa dan Dewi Sukesi barulah mereka sadar telah melakukan perbuatan cintaterlarang. Mereka berdua sangat menyesal atas tragedi itu, namun nasi sudah menjadi bubur sehingga ndledek, dan sesal kemudian tak ada gunanya.
Prabu Sumali mendengar skandal seks putrinya dan sahabatnya itu menjadi marah besar, namun segera disadarinya bahwa mungkin itu sudah takdir kehendak Dewata. Tidak demikian halnya dengan Prabu Danapati yang mendengar peristiwa yang sangat memalukan itu, menjadi murka dan uring-uringan tak karuan. Maka segera dikumpulkannya seluruh prajurit Lokapala untuk menyerbu kerajaan Ngalengka. Dia sudah bertekat, walau ayah senidiri harus dibunuh karena perbuatannya itu sangat memalukan dan menjatuhkan martabat keluarga Raja dan kerajaan Lokapala. Apalagi tega-teganya calon menantu sendiri disabet. Sesampai di Taman Keputren segera saja dilabraknya Resi Wisrawa yang sedang bercengkerama dengan asyik masuknya.
“Dasar orang tua tak tahu diri, katanya mau melamarkan Dewi Sukesi untuk menjadi isteriku malah disabet sendiri. Orang tua cap apa kaya begitu!” serapah Prabu Danapati. Resi Wisrawa dengan tenang menjelaskan apa yang terjadi sambil minta maaf namun tak didengar sama-sekali. Maka duel antara ayah dan anak itu tak terhindarkan lagi sehingga Taman Keputren hancurbosah-baseh alias berantakan. Karena Resi Wisrawa seorang pertapa yang sakti maka Prabu Danapati akhirnya tersungkur jatuh dan mukanya ngusruk ke tanah sehingga hidungnya mimisan. Dengan hati panas dan darahnya menggelegak sampai ke ubun-ubun segera ditariknya panah sakti Kuntabaswara pemberian dewa untuk membunuh ayahnya. Jangankan manusia, gunung akan hancur, lautan akan kering bila terkena panah Kuntabaswara. Tiba-tiba terjunlah dari langit BataraNarada yang bulet sambil terkekeh-kekeh dan segera menarik tangan Danapati.
“Anakku ngger Danapati, sabarkan hatimu. Melawan ayah sendiri itu hukumnya dosa dan bisa kualat kaya jambu monyet, kepalanya dibawah. Ini semua sudah kehendak Dewata,” kata Batara Narada sambil mengepuk-epuk pundak dan mengelus-elus punggung Danapati. Akhirnya luluh juga hati Prabu Danapati danmerelakan Dewi Sukesi diperisteri ayahnya sendirisesudahdibisiki oleh Batara Narada akan diberikan gantinya seorang Dewi dari Kayangan dan bukan sekedar putri raja, lagipula tak kalah cantiknya. *sumber pewayangan. Andreas Hutomo.
Adanya sayembara tersebut terdengar pula oleh PrabuDanapati raja di negeriLokapalayang sudah hampir kepala empatnamun belum juga punya permaisuri. Segera diperintahnya PatihBanendra untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka mengikuti sayembara tersebut. Ketika kereta kerajaan sudah siap diberangkatkan tiba-tiba datanglah ResiWisrawa mantan raja Lokapala yang juga ayahanda Prabu Danapati. Ketika Danapati menginjak usia dewasa Resi Wisrawa menyerahkan tampuk kekuasaan kepada putranya kemudian meninggalkan keramaian dan mengasingkan diri menjadi pertapa di Giribelah daerah Giritontro. Resi Wisrawa yang kini menjadi pertapa itu adalah orang yang sangat sakti sehingga mumpuni dalam ilmu agal dan alus, dia tahu kemana Prabu Danapati hendak pergi. Menurut Resi Wisrawa, daripada nanti terjadi pertumpahan darah yang sia-sia, beliau bersedia melamarkan Dewi Sukesi untuk Prabu Danapati karena kebetulan Prabu Sumali di Ngalengka adalah teman seperguruan.Prabu Danapati pun mengiyakan saja, dia pikir daripada repot-repot dengan segala tetek-bengeknya ikut sayembara mendingan nunggu dengan santainya di keraton saja, tahu-tahu Dewi Sukesi lantas jatuh tapi pelan, dipangkuannya. Sang Resi segera berangkat menuju Ngalengka dengan menggunakan aji sepiangin sehingga dalam waktu sekejap sudah sampai di keraton Ngalengka. Kebetulan Prabu Sumali sore itu sedang santai minum kopi sambil mendengarkan suara burung perkutut yang sudah kung.Betapa gembiranya pertemuan kedua sahabat yang sudah lama tak jumpa sehingga mereka saling berpelukan sambil cipika-cipiki, cium pipi kanan dan pipi kiri. Setelah berbasa dan berbasi sejenak maka Resi Wisrawa mengutarakan bahwa kedatangannya ke negeri Ngalengka untuk melamar Dewi Sukesi sebagai calon permaisuri anaknya, Prabu Danapati raja di Lokapala. Prabu Sumali setuju sekali besanan dengan Resi Wisrawa apalagi calon menantunya itu seorang raja, maka sayembara dibatalkan dengan alasan Jambumangli lagi kumat asam uratnya sehingga tidak bisa berjalan apalagi untuk bertanding. Gunamengobati kekecewaan para peserta sayembara maka seluruh biaya penginapan maupun makan minum selama menunggu sayembara dilaksanakan ditanggung oleh pemerintah negeri Ngalengka, dengan bonus masing-masing mendapat oleh-oleh sekeranjang besar durian montong karena lagi panen di Ngalengka.
Karena sayembara dibatalkan maka Dewi Sukesi membuat ultimatum, baru mau menikah kalau ada lelaki yang bisa membeberkan ilmu SastrajendraHayuningrat. Mendengar pernyataan itu Resi Wisrawa tersenyum kecil, karena dia sangat menguasai ilmu itu bahkan hafal di luar kepala. Maka sesuai kesepakatan dicarilah tempat yang paling aman karena pembeberan ilmu ini tidak boleh didengar orang lain. Kemudian dipilihlah tempat di bawah pohon beringin putih yang rindang di tengah TamanArgasoka dengan menggelar tikar. Sebenarnya Dewi Sukesi kurang sreg melihat Resi Wisrawa karena orangnya sudah top alias tua, ompong, peyot,kelihatan loyo lagi. Rasanya kok ngeri kalausampai jadi isterinya, tapi dia sudah terlanjur membuat pernyataan dengan harapan yang datang Pangeran muda.Sang Resi yang mahasakti tahu apa yang dipikirkan Dewi Sukesi dan segera berujar.
“Nini Dewi, saya memenuhi permintaanmu untuk membeberkan ilmu Sastrajendra Hayuningrat ini bukan untuk aku sendiri wong aku sudah buyuten begini, tetapi untuk anak saya Prabu Danapati raja Lokapala,”kata Resi Wisrawa setengah groyok. Bukan main sukahati Dewi Sukesi dan berbinar-binar matanya mendengar hal itu karena dia akan menjadi seorang permaisuri raja.Maka acara pembeberan atau wejangan tentang ilmu Sastrajendra Hayuningrat segera di mulai. Selama wejangan itu berlangsung Dewi Sukesi menundukkan kepala, mata terpejam namun telinga terbuka lebar sehingga apa yang disampaikan oleh Resi Wisrawa dapat diterima dengan baik dan benar. Wejangan ini dimulai tepat tengah malam ketika bulan purnama penuh dan baru selesai saat ayam jantan mulai berkokok.
Suasana saat itu teduh sunyi, damai tenang di tengah Taman Argasoka, hanya suara Resi Wisrawa setengah berbisisk yang terdengar. Namun tidak demikian dengan suasana di Kayangan tempat para Dewa bermukim yang membuat gerah Batara Guru bos nya para Dewa. Batara Guru menjadi uring-uringan dan marah besar kepada Resi Wisrawa karena sudah melanggar kode etik, berdasarkan Undang-undang Kedewataan. Sesungguhnya ilmu Sastrajendra Hayuningrat tidak boleh dibeberkan kepada sembarang orang apalagi untuk memperoleh calon isteri, itu merupakan pelanggaranberat seperti peristiwa papa minta saham. Apalagi Dewi Sukesi sudah bernazar barang siapa yang bisa membeberkan ilmu itu akan menjadi suaminya, dan itu harus dilaksanakan karena sudah terlanjur didengar oleh para Dewa di Kayangan. Maka Batara Guru segera turun ke Taman Argasoka menggandeng DewiUma isterinya. Tanpa diketahui oleh mereka Batara Guru masuk kedalam tubuh Resi Wisrawa dan Dewi Uma masuk ke tubuh Dewi Sukesi. Sudah bisa didugaapa yang akan terjadi, karena tanpa disadari keduanya segera larut dalam gelombang lautan asmara. Keduanya menjadi lupa daratan dan lautan karena yang ada hanya luapan birahi. Setelah Batara Guru dan Dewi Uma keluar meninggalkan tubuh Resi Wisrawa dan Dewi Sukesi barulah mereka sadar telah melakukan perbuatan cintaterlarang. Mereka berdua sangat menyesal atas tragedi itu, namun nasi sudah menjadi bubur sehingga ndledek, dan sesal kemudian tak ada gunanya.
Prabu Sumali mendengar skandal seks putrinya dan sahabatnya itu menjadi marah besar, namun segera disadarinya bahwa mungkin itu sudah takdir kehendak Dewata. Tidak demikian halnya dengan Prabu Danapati yang mendengar peristiwa yang sangat memalukan itu, menjadi murka dan uring-uringan tak karuan. Maka segera dikumpulkannya seluruh prajurit Lokapala untuk menyerbu kerajaan Ngalengka. Dia sudah bertekat, walau ayah senidiri harus dibunuh karena perbuatannya itu sangat memalukan dan menjatuhkan martabat keluarga Raja dan kerajaan Lokapala. Apalagi tega-teganya calon menantu sendiri disabet. Sesampai di Taman Keputren segera saja dilabraknya Resi Wisrawa yang sedang bercengkerama dengan asyik masuknya.
“Dasar orang tua tak tahu diri, katanya mau melamarkan Dewi Sukesi untuk menjadi isteriku malah disabet sendiri. Orang tua cap apa kaya begitu!” serapah Prabu Danapati. Resi Wisrawa dengan tenang menjelaskan apa yang terjadi sambil minta maaf namun tak didengar sama-sekali. Maka duel antara ayah dan anak itu tak terhindarkan lagi sehingga Taman Keputren hancurbosah-baseh alias berantakan. Karena Resi Wisrawa seorang pertapa yang sakti maka Prabu Danapati akhirnya tersungkur jatuh dan mukanya ngusruk ke tanah sehingga hidungnya mimisan. Dengan hati panas dan darahnya menggelegak sampai ke ubun-ubun segera ditariknya panah sakti Kuntabaswara pemberian dewa untuk membunuh ayahnya. Jangankan manusia, gunung akan hancur, lautan akan kering bila terkena panah Kuntabaswara. Tiba-tiba terjunlah dari langit BataraNarada yang bulet sambil terkekeh-kekeh dan segera menarik tangan Danapati.
“Anakku ngger Danapati, sabarkan hatimu. Melawan ayah sendiri itu hukumnya dosa dan bisa kualat kaya jambu monyet, kepalanya dibawah. Ini semua sudah kehendak Dewata,” kata Batara Narada sambil mengepuk-epuk pundak dan mengelus-elus punggung Danapati. Akhirnya luluh juga hati Prabu Danapati danmerelakan Dewi Sukesi diperisteri ayahnya sendirisesudahdibisiki oleh Batara Narada akan diberikan gantinya seorang Dewi dari Kayangan dan bukan sekedar putri raja, lagipula tak kalah cantiknya. *sumber pewayangan. Andreas Hutomo.